Polisi Olah TKP Balita Tenggelam di Sanitasi WC Pringsewu Lampung

Tribratanews.polri.go.id – Polres Tanggamus. Kepolisian Sektor Pringsewu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa tenggelamnya Balita, Mohamad Abizar Andriyanto (2) kedalam Sanitasi/Septictank di pekon Ambarawa Barat RT 10 RW 02 Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu, Senin  (10/4/17) sekitar jam 16.00 Wib.

Jenazah Muhamad Abizar di rumah duka.
Jenazah Muhamad Abizar di rumah duka.

Kepala Polsek Pringsewu, Kompol Maimun Karim mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik., M.Si, mengatakan putra kedua pasangan Hendriyanto (35) dan Wiwik (34) warga RT 12 RW 02 pekon Ambarawa Barat, ditemukan telah meninggal dunia mengambang di sanitasi wc dengan ukuran 1,25 m x 1 m, kedalaman 1,5 m yang berada disamping counter pulsa di pekon setempat.

Polisi meminta keterangan saksi-saksi.
Polisi meminta keterangan saksi-saksi.

Sebelum kejadian Hendriyanto siang itu mengajak anaknya pergi kerumah neneknya yang kebetulan berdekatan dengan bangunan ruko, namun sebelum sampai dirumah neneknya, Hendriyanto yang bekerja sebagai sopir trevel mempir ke sebuah konter untuk membeli pulsa, tidak lama dari itu ayah korban menerima telpon, namun dia  tidak melihat arah anaknya pergi yang ternyata bermain air di kolam sanitasi WC  tidak jauh dari ruko tersebut, selesai menerima telpon Hendriyanto terkejut anaknya tidak ada disampingnya, lalu dia mencari anaknya, begitu melihat anak tersebut sudah terapung di kolam sanitasi tersebut kemudian meminta pertolongan warga sekitar.

Polisi meminta keterangan saksi-saksi.
Polisi meminta keterangan saksi-saksi.

“begitu melihat anaknya tenggelam, Hendriyanto langsung berteriak meminta tolong, mendengar teriakan itu warga yang berada disekitar berdatangan dan langsung mengangkat anak tersebut, kemudian dibawa ke klinik rumah sakit terdekat. Namun, jiwa anak itu sudah tidak dapat diselamatkan lagi” terang Kompol Maimun Karim, Senin (10/4/17) malam.

Polisi telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP, diduga pemicu utama kecelakaan tersebut adalah kelalaian pemilik sanitasi septictank tempat terjadi peristiwa tenggelam dalam keadaan terbuka tidak tertutup ataupun di pagar dan juga ayah korban yang tidak memperhatikan buah hatinya.

“Dengan kejadian tersebut menjadi pelajaran kita semua untuk lebih berhati-hati menjaga keselamatan, terutama genangan/kolam yang telah kita buat. Orang tua juga harus lebih teliti menjaga anak balita yang belum faham situasi sekitar” ujar Kompol Maimun Karim. (*).

Penulis  : N.Muslih
Editor     : Umi Fadilah
Publish  : N.Muslih Lpg

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password