Sat Reskrim Polresta Surakarta Berhasil Melumpuhkan Residivis Pencuri Motor di Solo

IMG-20170410-WA0083

Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta. Tim Buser Satreskrim Polresta Solo berhasil membekuk pelaku kasus curanmor dan seorang penadah. Pelaku curanmor adalah seorang residivis. Dua peluru terpaksa disarangkan pada kaki bagian kanan pelaku untuk melumpuhka karena saat akan ditangkap melawan dan mencoba melarikan diri.
Penangkapan bermula, dari pengembangan kasus Curanmor yang kerap terjadi di Kawasan Solo. Bermula sari Polisi yang berhasil menangkap rekan pelaku bernama Erwin pada 2016 lalu ( yang sudah dipenjara dengan kasus lain ), dari hasil pemeriksaan, muncul nama Setiawan alias Iwan (25) warga Desa Jayan RT04/ RW 09 Kelurahan / Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Setelah ditelusuri, pelaku ternyata bersembuyi di rumah tempat tinggalnya.
“Penangkapan pelaku ini bermula dari hasil pengembangan kasus Curanmor di Kota Solo. Setelah rekan pelaku dibekuk, barulah kami menangkap tersangka ini,” terang Kasatreskrim Kompol Agus Puryadi, Senin (10/4) siang.
Saat dilakukan penangkapan pada Sabtu (8/4) kemarin, pelaku sempat melawan dan kabur dari kejaran aparat. Dua anggota Sat Reskrim sempat terjatuh dari pagar lantaran ditendang oleh pelaku. Polisi pun langsung menembak bagian kaki kanan pelaku. Timah panas langsung melesat dan bersarang dibagian betis serta jari kaki residivis yang juga pernah melakukan aksi serupa di Kawasan Klaten itu.
“Setelah tak berdaya, barulah kami amankan,” jelas Kasatreskrim.
Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, dirinya pernah melakukan aksi curanmor di Kawasan Laweyan sebanyak tiga kali. Sasaran pelaku merupakan motor yang diparkir di tempat kos.
“Modusnya, dengan menggunakan kunci T dan membuka kontak kendaraan. Setelah motor dikuasai, langsung dibawa kabur,” kata Kasatreskrim.
“Hasil kejahatannya dijual dengan harga miring. Pelaku berdalih, bahwa motor yang dijualnya merupakan motor gadai dan STNK akan segera diurus,” jelas Kasatreskrim
Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sebuah motor Jenis Suzuki Satria FU AD 2600 Q hasil kejahatan. Motor tersebut dijual seharga Rp. 3 juta kepada penadah yang diketahui bernama Tri Handoyo (31) Desa/ Kecamatan Ngawen RT02/ RW08 Kabupaten Klaten. Hasil uang penjualan, telah dihabiskan oleh pelaku untuk bersenang-senang.
“Uangnya habis, untuk senang senang,” ujar Iwan.
Akibat perbuatannya, Iwan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun. Sedangkan, rekan pelaku yang berperan sebagai penadah dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang menikmati hasil kejahatan (penadah) dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Kasus ini adalah dari.laporan korban yang kehilangan motornya pada bulan Nopember 2016 di Wilayah Polsek Laweyan Surakarta.
Penulis : Sumarjo
Editor    : Umi Fadilah
Publish  : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password