Seorang Pengendara Motor di Pangkep Tewas Usai Menabrak Truk Kontainer yang Sedang Parkir

Artikel, Seorang Pengendara Motor di Pangkep Tewas Usai Menabrak Truk Kontainer yang Sedang Parkir

Tribratanews.polri.go.id – Pangkep Sulsel, Peristiwa kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) kembali terjadi di Kabupaten Pangkep, tepatnya di Jalan Poros Makassar-Pare, Kampung Limbangan, Desa Kanaungan,  Kec. Labakkang, Kab. Pangkep, Minggu (9/4/17), sekira pukul 20.30 Wita.

Dalam laka lantas ini melibatkan sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter dan mobil truk kontainer yang sedang parkir dibadan jalan, kejadian itu mengakibatkan pengendara sepeda motor tewas dilokasi kejadian.

Saat ini kasus laka lantas ditangani Polres Pangkep, motor Yamaha Jupiter yang dikendarai Mirdin R (46) dan mobil truk kontainer milik Syamsuddin kini diamankan di Polres Pangkep untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Peristiwa laka lantas ini diduga akibat dari kekurang hati-hatian pengendara saat mengemudikan kendaraannya. Oleh karena itu pentingnya mengedepankan kesadaran berlalu lintas daat berkendara guna menghindari terjadinya Laka Lantas.

Untuk mengurangi risiko terjadi kecelakaan, tidak mungkin dilakukan dengan cara mengurangi keinginan untuk melakukan perjalanan. Sesuatu yang mungkin adalah mengurangi lama dan intensitas kemungkinan para pengguna jalan raya terkena risiko kecelakaan.

Ada 3 (tiga) aspek yang harus diketahui oleh pengendara kendaraan bermotor, sebelum menempuh perjalanan di jalan raya, yakni :

– Bahaya apa saja yang mengacam tiap saat dari segala arah di jalan raya, yang bisa membahayakan pengendara/pengemudi.

– Cara mengoperasikan kendaraan dengan baik dan benar, dan fungsi operasional peralatan kendali kendaraan.

– Membaca dan menginterpretasikan secara cepat dan tepat situasi kondisi dan peristiwa di jalan raya.

Jadi untuk menghindari kecelakaan lalu lintas, sebaiknya perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain :

– Jangan paksakan mengemudikan kendaraan bila secara fisik dan atau psikis tidak nyaman.

– Jangan paksakan mengemudikan kendaraan bila kendaraan kurang beres.

– Hindari jalan yang rawan kecelakaan atau mengundang bahaya, kecuali sangat mahir dalam prediksi dan manajemen resiko.

– Jangan mengendarai kendaraan dalam cuaca yang tidak mendukung.

Pengemudi kendaraan bermotor pada waktu mengemudi kendaraan bermotor dijalan, wajib memperhatikan hal-hal ini :

– Mampu mengemudikan kendaraannya dengan wajar secara normal, tidak sembrono atau ugal-ugalan.

– Mengutamakan keselamatan pejalan kaki, penunggang sepeda, dan pengendara kendaraan lainnya.

– Memiliki SIM dan STNK, sebagai tanda bukti lulus uji atau tanda bukti lain yang sah dalam hal ini dilakukan pemeriksaan.

– Mematuhi peraturan lalu lintas dan ketentuan tentang rambu-rambu lalu lintas, mempergunakan helm bagi pengemudi dan penumpang kendaraan bermotor roda 2 (dua) atau kendaraan roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah.

– Mengenakan sabuk keselamatan (safety belt) bagi pengemudi dan penumpang kendaraan roda 4 (empat) atau lebih.

Faktor lain yang perlu diperhatikan seorang pengendaraa kendaraan bermotor (baik roda dua atau roda empat) diantaranya :

  1. Kemampuan Fisik, Stamina Pengendara

Ada beberapa hal penting yang didapat dari kursus mengemudi secara aman. Misalnya, agar tetap berada dalam kondisi fit atau siap-siaga, seorang pengendara harus beristirahat setelah melajukan kendaraannya dengan kelajuan diatas 80 km/jam selama dua jam tanpa jeda. Jika ia tidak mau beristirahat dan terus melajukan kendaraannya diatas 80 km/jam, maka bisa dipastikan kondisi fisiknya akan menurun. Jika keadaannya baik-baik saja, maka pengendara itu bisa selamat sampai ke tujuan. Namun, jika tiba-tiba terjadi keadaan darurat, dapat dipastikan bahwa ia tidak bisa bereaksi secara benar karena staminanya sudah menurun.

  1. Jarak Aman Antar Kendaraan Bermotor

Karena sulitnya menemukan jarak aman ideal saat berkendaraan didalam kota, jika memang kendaraan yang kita kendarai kelajuannya diatas batas jarak aman, misalnya kelajuan 80 km/jam dan jarak dengan kendaraan di depan kurang dari 5 m, atau kendaraan kita lebih laju dari yang berada di depan, maka sebaiknya kita memberikan isyarat berupa lampu atau klakson kepada pengendara di depan kalau kita ingin mendahuluinya.

  1. Helm dan Kecelakaan lalu lintas

Helm (helmet) adalah salah satu alat proteksi cidera kepala yang kemungkinan besar terjadi pada pengemudi kendaraan bermotor. Jumlah sepeda motor adalah mendominasi 75%, jumlah kendaraan di jalanan. Dan karena itu, pengendara motor menjadi korban terbanyak kecelakaan dijalanan. Misalnya 55% (1986) kecelakaan di Bali melibatkan pengendara motor. Dan dari mereka yang cidera, 80% merupakan trauma kepala. Dan dari mereka yang trauma kepala, 90% meninggal dunia. Peraturan wajib helm ini ditetapkan dalam peraturan SK Menteri Perhubungan No.188/Aj. 403/PHB/86. Helm dianggap dapat memberikan proteksi sebesar 29% terhadap cidera kepala. Pemakaian helm dapat menurunkan cidera kepala dan kematian.

Penulis : Taufik

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password