Polsek Laweyan Surakarta Identifikasi Korban Bunuh Diri Nabrak Kereta Api

IMG-20170410-WA0037

Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta. Senin dini hari (10/04/2017) piket SPKT Polsek Laweyan Surakarta menerima telepon dari petugas Stasiun KA Purwosari yang melaporkan telah terjadi orang meninggal dunia diduga bunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke Kereta Api yang terjadi di KM 111+6, Jantirejo RT 02 RW 03 Kel. Sondakan Kec. Laweyan Surakarta. Atas informasi tersebut, Polsek Laweyan segera mendatangi TKP untuk melakukan TPTKP.
Kapolsek Laweyan Kompol Santoso memimpin langsung kegiatan olah Tkp bersama piket fungsi. Dari kegiatan olah Tkp tersebut diperoleh informasi kejadian terjadi sekira pukul 04.22 WIB. Kereta Api Lodaya Jurusan Bandung – Solo menabrak seorang korban bernama HARTONO, 55 tahun, Swasta, alamat Jajar RT 07 RW 03 Kel. Jajar Kec. Laweyan Surakarta. Pada salah satu saku pakaian korban, petugas menemukan selembar kertas bertuliskan nama dan alamat korban, beberapa nomor HP keluarganya serta kalimat pesan untuk dimakamkan di Jajar (Laweyan Surakarta – Red).
Kejadian tersebut diketahui oleh petugas di Stasiun KA Purwosari setelah menerima laporan dari Masinis yang mengawaki Kereta Api Lodaya bahwa sekira pukul 04.22 WIB saat Kereta Api Lodaya Jurusan Bandung – Solo melintas di lokasi TKP, tiba-tiba Masinis melihat seseorang berjalan mendekat ke arah Kereta Api yang sedang melaju sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari. Mendapat laporan tersebut, petugas Stasiun KA Purwosari bernama Parosi, 33 tahun, Karyawan PT. KAI, alamat Sukoharjo bersama Hendri Dwi Prasetyo, 35 Tahun, Karyawan PT. KAI, alamat Sawahan RT 01 RW 01 Sawahan Ngemplak Boyolali segera melakukan pengecekan di lokasi. Dan benar ditemukan sesosok tubuh tergeletak tak jauh dari lintasan rel Kereta Api. Setelah mengetahui hal tersebut, kemudian segera melaporkannya ke Polsek Laweyan. Setelah mendapat laporan maka Kapolsek Laweyan bersama anggotanya langsung ke TKP dan melakukan tindakan Kepolisian yaitu :
1. Mendatangi dan mengamankan TKP.
2. Mencatat korban dan saksi.
3. Menghubungi Inafis Resta Ska.
4. Menghubungi Dokkes Resta Ska.
5. Olah TKP bersama Inafis Resta Ska.
6. Evakuasi korban ke RS.
Setelah menghubungi keliarga maka atas permintaan keluarga korban agar korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan karena keluarga sudah menerima kejadian tersebut dan tidak akanmempermasalahkannya secara hukum.
Penulis. : Heri Laweyan
Editor.   : Umi Fadilah
Publish. : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password