Perayaan Cheng Beng, Kapolsek Mojoroto Polres Kediri Kota Jaga Keamanan Pusara Tionghoa

Tribratanews.polri.go.id-Polres Kediri Kota Cheng beng atau bulan ziarah menjadi bulan penting bagi warga Tionghoa. Momentumnya berlangsung pada akhir Maret hingga awal April ini. Karena itu, area pemakaman Tionghoa di Bong Cino Klotok, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri banyak didatangi para peziarah.

Kenyamanan dan keamanan para peziarah yang sebagian besar dari luar kota ini turut mendapat perhatian Dandim 08/09 Kediri Letkol Arm Joko Setyo Kurniawan dan Wali Kota Abdulah Abu Bakar, serta Kapolsek Mojo Kompol Didit Prihantoro

“Sebelumnya, anggota (Kodim 08/09 Kediri) telah berpartisipasi dengan membantu pembersihan, kini kami juga bekerja sama dengan pengelola mengawasi keamanan,” terang Joko saat ditemui di sela-sela kunjungan, kemarin.

Kedatangan kedua anggota forum pimpinan daerah (forpimda) itu di kawasan pemakaman sekitar pukul 09.00. Keduanya langsung menuju makam pemilik PT Gudang Garam (GG) Rachman Halim (Tjoa To Hing) sebagai bentuk penghargaan terhadap pemimpin pabrik rokok terbesar di Indonesia tersebut.

Keduanya didampingi Kapolsek Mojoroto Kompol Didit Prihantoro dan Danki Subden C Brimob Polda Jatim Iptu Girindra Wardhana. Ikut serta Ketua Pengurus Perkumpulan Rukun Sinoman Dana Pangrukti Budidharma didampingi wakil dan anggotanya, serta sejumlah pejabat lainnya.

Pada prinsipnya, Joko menjelaskan, pihaknya mendukung kegiatan masyarakat. Salah satunya dari Komunitas Trail Kediri (KTK) yang ingin terlibat dalam Cheng Beng. Selain itu, juga bekerja sama dengan Perkumpulan Rukun Sinoman Dana Pangrukti dan Pemerintah Kota Kediri dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama bulan ziarah.

“Saya juga meminta kepada babinsa untuk sering keliling dan memantau daerah sini sehingga tidak ada lagi kejahatan,” tuturnya.

Terkait dengan keamanan dan kenyamanan area pemakaman, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan, akan mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah warung dadakan yang muncul di area pemakaman. “Itu jelas tidak boleh. Segera ditertibkan,” tandasnya.

Diakui wali kota yang akrab disapa Mas Abu ini, keberadaan warung liar tersebut tidak hanya membuat area pemakaman kumuh. Tetapi juga menjadi tempat rawan tindak kejahatan.

Penulis : @PID Res Kdr Kota

Editor : Umi Fadilah

Publish : YULI,DIDIK (Res Kdr Kota)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password