Dalam Waktu Singkat, Rekan Pelaku Pembunuhan Sadis Di Bone Kembali Ditangkap di Sinjai

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel, lagi, pelaku pembunuhan yang terbilang sadis pada tahun 2012 silam di Desa Paccing Kecamatan Watampone Kabupaten Bone kembali ditangkap Polisi. Saharuddin alias Saha (23) warga Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Kab. Bone ditangkap dari hasil pengembangan rekannya Rifky H.A Alias Dandy Alias Riky (23) yang lebih dulu di bekuk unit Resmob (Reserse Mobile) Polres Bone.

Saharuddin ditangkap di tempat persembunyiannya di Jalan Ki Hajar Dewantoro Kabupaten Sinjai, Minggu (9/4/2017) siang. Dari hasil introgasi petugas, setelah menghabisi nyawa Sabir, pelaku kabur dan merantau ke Kepulauan Meranti Riau dan  Poso Sulawesi Tenggara dan kembali ke Sulawesi Selatan, berkerja dan menetap di Kabupaten Sinjai.

Penangkapan terhadap sales coca cola itu berawal dari hasil pengembangan Rifky yang diketahui berada di wilayah Kabupaten Sinjai.

Resmob Polres Bone yang dipimpin Bripka Asharuddin kemudian melakukan koordinasi dengan Resmob Polres Bone. Alhasil, hanya dalam waktu singkat Saharuddin berhasil dibekuk Polisi.

“Dia (Saharuddin) ditangkap berdasarkan dari hasil pengembangan dari rekannya Rifky yang lebih dulu kami amankan,” kata Kepala Kesatuan Reserse Kriminal Polres Bone Akp Hardjoko, S.H.

Penangkapan terhadap pelaku ini, lanjut Hardjoko, tak lepas dari kerja sama dan koordinasi yang baik antara Resmob Polres Bone dengan Resmob Polres Sinjai” tutupnya.

Usai ditangkap, Saharuddin kemudian dibawa dan digiring ke Mapolres Bone guna menjalani proses lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kenapa Orang Tega Membunuh? Betapa mengerikannya, bagaimana mungkin seseorang tega membunuh orang lain dengan begitu keji. Seolah sudah tidak ada rasa takut, hingga orang berani mengahabisi nyawa orang lain. Lalu apa motivasi dan penyebab hingga orang tega membunuh? Tentunya banyak motif hingga seseorang tega membunuh orang lain.

Dari sisi psikologis hingga kenapa orang begitu berani mengahabisi nyawa korbannya yakni diurutan pertama adanya pribadi yang terlalu obsesif , pada kondisi ini boleh dibilang biasanya dialami oleh orang-orang yang belum dewasa dan butuh perhatian lebih. Sehingga ketika mereka kehilangan rasa cinta dan kasih sayang, maka dalam pikirannya kekerasan adalah jalan terakhir untuk menyudahi semuanya.

Mereka yang terlalu Agresif juga sangat berisiko melakukan tindakan kekerasan juga pembunuhan. Seolah-olah tak ada rasa takut dalam diri mereka. Orang dengan sifat agresif cenderung spontan dan berani. Orang-orang tipe ini mudah terpancing dalam kemarahan, sehingga tak segan untuk melakukan tindakan kekerasan pada orang lain.

Orang yang Tertutup juga berbahaya. Orang dengan tipe tertutup boleh dibilang jarang berinteraksi dengan orang lain, sehingga ketika mereka kesal akan sesuatu hanya akan dipendam seorang diri. Bahayanya kemarahan yang menumpuk bisa saja meledak ketika masalah besar yang dia hadapi sudah menemui jalan buntu. Kadang kondisi demikian memaksa orang untuk berbuat kekerasan pada orang lain.

Menjadi pendendam, juga dapat memunculkan berbagai persoalan baru dikemudian hari. Ketika dia merasa disakiti maka dia dapat membalas rasa sakit hai itu dengan sesuatu yang lebih kejam dari apa yang dia alami.

Rasa Trauma yang mendalam juga dapat menyebabkan terjadi tindak kekerasan dan pembunuhan. Pengalaman-pengalam buruk dimasa lampau membuat seseorang berusaha melindungi dirinya sendiri dari hal-hal buruk yang dia anggap dapat hadir kembali di kehidupannya.

Itulah beberapa kondisi psikososial yang sangat mungkin mempengaruhi seseorang hingga akhirnya tega membunuh orang lain di sekitar mereka. Tentunya masih banyak motif pembunuhan lain. Bahkan motif politik, SARA, faktor ekonomi pun bisa menjadi faktor tindak kekerasan hingga pembunuhan, belum juga termasuk berbagai persoalam kehidupan yang bisa menjadi pemicu begitu entengnya orang tanpa rasa takut untuk membunuh sesamanya.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password