Bos Penadah Hasil PETI Ditangkap Polres Kapuas Hulu

Tribratanews.polri.go.id, Polda Kalbar – Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin, SIK, MH melalui Kapolsek Silat Hilir AKP Edhi Trisno Tarigan pada Saat Pers release mengungkapkan Keberhasilan Polres Kapuas Hulu dalam melaksanakan Penangkapan tersangka Sdr. Lisan perkara tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara( pengelola dan penampungan hasil PETI).

Bedasarkan Laporan Polisi: Nomor : LP / 47 / IV / 2017 Kalbar / Res KH / Sek Silat Hilir tanggal 06 April 2017 perkara Tindak Pidana Pertanbangan mineral dan batu bara sebagai mana yang dimasud dalam pasal 161 Undang – undang no. 4 tentang MINERBA.

Tersangka LISAN Anak dari ABIDIN, Lakis, Silat Hilir, 3 September 1992/ 25 Th, WNI, agama Khatolik, Pekerjaan Wiraswasta, tempat tinggal rumah lanting atau rumah apung Sdr. ABIDIN Desa Baru Silat Hilir Kec. Silat Hilir Kab. Kapuas Hulu.

Tersangka melakukan pengelolahan dan penampungan emas sejumlah kurang lebih 63,7 G( enam puluh tiga koma tujuh gram), yang didapat dengan cara membeli dari masyarakat daerah Kec. Silat Hilir yang diduga emas tersebut berasal dari penambangan ( PETI)

Tersangka melakukan pengelolahan emas tersebut dengan peralatan berupa Marcuri, Puput(peralatan untuk mengecor emas), mangkok yang berasal dari tanah liat dan tungku yang terbuat dari kaleng bekas kopi.

Tersangka membeli emas tersebut dari masyarakat dalam bentuk pasiran emas dengan harga Rp. 454.000,- ( empat ratus lima puluh empat rupiah) per/gramnya setelah tersangka olah menjadi kepingan emas, emas tersebut dijual kembali dengan harga 464.000,- ( empat ratus enam puluh empat rupiah) per/gramnya kepada orang / pembeli yang mencari emas, yang dalam hal tersebut tersabgka mengelola emas tersebut tampa memiliki ijin .

Tersangka tertangkap saat sedang berada dikediamannya rumah lanting atau rumah apung Sdr. ABIDIN Desa Baru Kec. Silat Hilir Kab. Kapuas Hulu.terhadap tersangka dikenakan pasa 161 Undang – Undang nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batu Bara, dengan ancaman pidana penjara paling Lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 10.000.000.000,- ( sepuluh milyar rupiah).

penulis: PNC

Editor: Umi Fadillah

Publish: cucu safiyudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password