Polres Soppeng Kini Memberlakukan e-Tilang Kepada Pelanggar Lalu Lintas

Tribratanews.polri.go.id – Soppeng Sulsel, Satlantas Polres Soppeng memberlakukan sistem tilang elektronik (e-tilang) untuk pelanggar lalu lintas dalam operasi rutin yang digelar pada Sabtu 8/4/17.

Sistem integrasi berbasis online ini merupakan terobosan kepolisian berkerjasama dengan Kejaksaan dan Pengadilan.

Kasat lantas Polres Soppeng Akp Yusuf Mattara menjelaskan apabila pengendara melanggar, maka petugas akan memberhentikan dan menjelaskan bukti pelanggaran. Petugas akan mencatat sejumlah data pada aplikasi yang juga sudah terintegrasi berbasis online.

Bukti tilang akan diberikan pada pengendara dan hanya bisa dibayarkan melalui Bank, ATM atau E-Banking milik pengendara.

“Kalau sudah transaksi, pengendara akan mendapatkan kode atau semacam notifikasi, yang akan ditukarkan dengan surat-surat yang ditahan sementara oleh petugas,” ungkap Kasat Lantas.

Pemberlakukan sistem e-tilang merupakan terobosan kepolisian untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Sistem e-tilang merupakan upaya untuk transparan. Tidak ada kontak transaksi ke petugas, pengendara langsung ke bank dan mendapatkan kembali surat-suratnya.

“E-tilang menekan kemungkinan adanya praktik pungli yang dilakukan petugas nakal di lapangan,” tegas Kasat Lantas Akp Muh Yusuf.

Cara kerjanya e-Tilang layaknya sidang di tempat. Untuk itu dalam mekanisme aplikasi juga dilibatkan kejaksaan dan pengadilan.

Tiap-tiap anggota Polantas yang berwenang menilang kini memiliki aplikasi E-Tilang di android masing-masing. Berikut kelebihan e-Tilang dibanding tilang manual.

  1. Kini ketika petugas menjumpai pelanggar, petugas hanya mencatat indentitas, jenis pelanggaran dan besaran denda.
  2. Setelah itu diinput data dikirim ke server BRI. Lalu BRI akan mengirimkan SMS ke pelanggar mengenai nominal denda tilang yang harus dibayarkan melalui rekening di BRI.
  3. Jika si pelanggar tidak memiliki HP, maka akan diberikan lembar tilang warna biru dengan maksud pelanggar mengetahui dan menerima denda pelanggaran yang sudah dilanggar sesuai putusan sidang yang langsung ditindaklanjuti oleh kejaksaan.
  4. Dan lembar biru tersebut nanti akan dibayarkan melalui BRI.
  5. Jadi intinya, pelanggar yang melanggar bisa langsung membayar melalui ATM, E Banking dan lain-lain, yang terpenting adalah struk bukti pembayaran.
  6. Dengan penerapan E Tilang, dipercaya bisa mencegah serta mengurangi praktik Pungli, mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran tilang lantaran pembayaran dapat dilakukan melalui banyak bank, mengurangi jumlah pelanggar yang hadir di persidangan tilang, proses penegakan hukum bisa berjalan cepat, tepat, akurat, transparan dan akuntabel.
  7. Dengan Aplikasi Tilang Online, data pelanggar terkoneksi dengan Kejaksaan dan Pengadilan untuk menyidangkan / menjatuhkan putusan denda (amar putusan), tak hanya itu pelanggaran dapat terkoneksi dengan sistem penerbitan SIM sehingga dapat diketahui pelanggaran-pelanggaran yang pernah dilakukan oleh pemohon penerbitan SIM.
  8. Keuntungan dalam penggunaan aplikasi Tilang Online, bisa diketahui secara transfaran, akurat dan cepat oleh pihak-pihak terkait seperti Polri, Kejaksaan, Mahkamah Agung/Pengadilan di setiap tingkatan mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi hingga pusat seperti rekapitulasi data penindakan tilang dapat diakses melalui Aplikasi Tilang Online, serta detail data penindakan tilang dapat di akses melalui website yang terhubung dengan jaringan internet.

Penulis : Taufik

Editor : Umi Fadhilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password