Kapolres Ucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Almarhum Aiptu Lamida

Tribratanews.polri .go.id – Sidrap Sulsel, Kepolisian Resort Sidrap kembali berduka atas meninggalnya Aiptu Lamida, Polisi yang dikenal ramah dan mudah bergaul tersebut pergi untuk selama-lamanya setelah menderita sakit.

Dihubungi via telepon, Kapolres Sidrap AKBP M. Anggi Naulifar Siregar membenarkan hal tersebut, ” Saya mewakili seluruh personil turut berduka cita atas kepergian almarhum, semoga arwahnya bisa tenang dan diterima disisinya ” ucap Anggi kepada tribratanews, Jumat (7/4/2017) Siang

Diketahui bahwa almarhum meninggal dunia di RS Arifin Nu’mang Kelurahan Rappang Kecamatan Panca rijang Kabupaten Sidrap karena sakit usus buntu yang ia derita

Pria yang terakhir bertugas sebagai Kapospol Kulo Kecamatan Panca rijang tersebut rencana akan dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Islam Panreng esok siang.

Kematian tak bisa dihindari, tidak mungkin ada yang bisa lari darinya. Namun seribu sayang, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.

Kata Umar bin Abdul Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi)

Ingatlah …

Tak mungkin seorang pun lari dari kematian …

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumuah: 8).

Harus diyakini kematian tak bisa dihindari …

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa: 78).

Semua pun tahu tidak ada manusia yang kekal abadi …

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya: 34).

Yang pasti Allah yang kekal abadi …

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).

Lalu setiap jiwa pasti akan merasakan kematian …

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Quran Al Azhim, 3: 163).

Jadilah mukmin yang cerdas …

Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Penulis : Abd Rahman

Editor : Umi Fadhilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password