Tim Psikologi Polda Jawa Timur “Merapat” di Musibah Tanah Longsor Ponorogo

Team psilogi poldakeponorogo

Tribratanews.polri.go.id ;Poldajatim- Indonesia sedang berada dalam bulan bencana, curah hujan yang tinggi intensitasnya menimbulkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.6/4/2017.

Salah satu bukti, di daerah Ponorogo Jawa Timur beberapa hari lalu mengalami bencana longsor yang merugikan secara material dan juga nyawa. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak, sehingga semuanya turun tangan untuk membantu. Begitu juga polisi, sejak kejadian hingga detik ini terus berupaya membantu warga Ponorogo yang terkena musibah tanah longsor.

Terkait hal itu, Bagian Psikologi (Bagpsi) Biro SDM Polda Jawa Timur tidak hanya berpangku tangan, tetapi juga ikut terjun ke lapangan, utamanya untuk membantu para korban bencana longsor di Ponorogo.

Tim Psikologi Polda Jatim yang  diketuai oleh Kompol Mujib Ridwan MPsi Psikolog ini, melakukan kegiatan intervensi psikologis bagi para korban di pengungsian. Karo SDM menjadi penanggung jawab dalam giat ini. Sedangkan Kabag Psikologi sebagai Ketua Pelaksana.ada AKP Heri Dian Wahono MPsi Psikolog yang bertindak sebagai Wakil Katim, dengan anggota Bripka Ali Fajar SPsi, Brigadir Fera Indira, Bripka Alif Bagus SPsi MSi dari Polres Madiun, dan Bripka Ritus Nur SPsi dari Polres Ponorogo.

Tim Psikologi Polda Jatim turun ke lokasi longsor di Ponorogo dengan melakukan identifikasi masalah dari keluarga korban. Selanjutnya melakukan treatment terkait hasil identifikasi tersebut antara trauma healing yaitu upaya untuk menurunkan trauma yang dialami oleh korban bencana alam.

Selain itu, melakukan konseling, psikoedukasi, psikoterapi individual dan kelompok. Kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan rengiat yang sudah dibuat. Pemberian treatment dikelompokkan berdasarkan usia kelompok rentan, anak-anak, perempuan dan orang tua.

Titik koordinasi dilakukan bersama tim relawan yang lainnya, antara lain mahasiswa Stain Kediri, UIN Malang, Unesa, dan UB Malang. Harapan dari adanya intervensi paikologis ini untuk memulihkan kondisi psikologis korban dari trauma.

sehingga bisa menjalankan aktivitas seperti sediakala tanpa ada gangguan. Selain itu, juga untuk menumbuhkan jiwa yang sehat (psychological well being) sehingga mampu menjalani hidup dengan perasaan sejahtera dan bahagia.

Penulis     :M.Sholeh

Editor       :Umi Fadhilah

Publish     :M.SHoleh

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password