Gelapkan Puluhan Juta Rupiah Uang Perusahaan di Gulung Sat Reskrim Polresta Surakarta

IMG-20170406-WA0028

Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta. Tergiur dengan uang puluhan juta rjpiah seorang sales telepon seluler nekat menilap uang perusahaan. Aksi kejahatan yang dilakukan pelaku, bernama Yehezkiel Himawan alias Yeski (26) ini telah dilakukan selama tujuh bulan terakhir.
Penggelapan uang perusahaan warga asal Kampung Kagokan RT02/ RW11 kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan ini bermula saat dirinya dipercaya sebagai salah seorang sales penjualan telepon seluler di perusahaan Kioson Komersial Indonesia sekitar tujuh bulan lalu. Penjualan yang dilakukan pelaku, tergolong pesat dengan menyalurkan handphone berbagai jenis produk Samsung ke sejumlah counter penjual telepon seluler. Hingga akhirnya, selama tujuh bulan tersebut pelaku berhasil menjual sekitar 190 unit ponsel. Namun, masalah terjadi saat pelaku tidak menyetorkan uang penjualan ponsel seluruhnya kepada perusahaan.
“Dari 190 ponsel yang terjual, uang yang masuk ke perusahaan hanya sekitar 146 ponsel,” terang Wakasatreskrim Polresta Solo, AKP Sutoyo, Kamis (6/4) siang.
Mengetahui hal tersebut, pihak perusahaan curiga lalu menagih uang pembayaran sekitar 44 ponsel dengan nilai Rp. 94 juta kepada pelaku. Namun, pelaku beralasan dan tidak dapat mengembalikan uang tersebut. Sehingga, perusahaan melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.
“Saat ditagih, pelaku tidak dapat mengembalikan uang tersebut dengan alasan uangnya telah habis,” jelas Wakasatreskrim mewakili Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi.
Sementara itu, dari pengakuan pelaku dirinya nekat menilap uang perusahaan lantaran tergiur dengan banyaknya uang yang dipegang. Hingga, akhirnya pelaku menyalahgunakan uang tersebut untuk berfoya-foya.
“Uangnya habis, buat bersenang-senang. Main ke kafe dan liburan,” katanya.
Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu buah unit handphone jenis Samsung J1 Ace, bukti transfer penerima barang, tanda terima perusahaan dan rekap pembayaran.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 374 tentang penyalahgunaan dalam jabatan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Penulis : Sumarjo
Editor   : Umi Fadilah
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password