Cegah Kejahatan Online, Polresta Surakarta Sosialisasikan Lewat RRI Surakarta

IMG-20170406-WA0057

Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta. Maraknya kejahatan lewat dunia maya atau Sosmed atau Internet saat ini cenderung meningkat. Dengan istilahbyang lebih keren yaitu kejahatan dunia maya . Korbanya hampir semua lapisan masyarakat baik tua muda laki-laki maupun perempuan baik awam maupun berpendidikan. Laporan adanya tindak pidana penipuan online di Polresta Surakarta juga meningkat. Oleh karena itu selain cara penindakan maka Polri lebih menekankan pada cara pencegahan.

Hari ini Kamis 06 April 2017 pukul.09.00 hingga 10.00 Wib Polresta Surakarta bersama RRI Progama 1 Surakarta melaksankan siaran langsung pecegahan dan penindakan kejahatan Online. Dengan memhadirkan 3 nara sumber yaitu Iptu Supanto dari Sat Reskrim Polresta Surakarta, DR. Rina Arum Prasetyanti dari STIMIK Duta Bangsa dan Hafid Zakaria. MH dari Pengamat Hukum.

Iptu Supanto dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa kejahatan ini terjadi karena dampak kemajuan teknologi dan meningkatnya pemakaian tehnologi yang sangat pesat dan hal ini membuka kesempatan untuk sekelompok orang untuk melakukan kejahatan. Sikap masyarakat yang cenderung konsumtif mengakibatkan mudah tergiur dengan hal-hal yang tidak rasional dengan iming-iming hadiah mudah tergiur. Madus dari penipuan ini adalah dengan pemberia discoun, Hadiah, dan harga murah . Modus lain adalah dengan sms atau telp bahwa anggota keluarga ada terlibat narkoba, kecelakaan, dan kejahatan lain. Ada juga yang menggunakan modus minta sumbangan dengan mengatasnamakan pejabat atau pimpinan instansi setempat.

Untuk mencegah itu semua maka Polresta Surakarta membuka pengaduan masyarakat secara langsung terkait penipuan online di no telpon 085600401272 yang siap 24 jam. Jika masyarakat merasa dihubungi atau di sms dengan modus di atas maka silahkan lapor ke no tersebut maka sekitar 10 menit Polri akan memberi klarifilasi apakah itu masuk penipuan atau tidak. Acara ini di pandu oleh penyiar Ibu Indah.

Mengingat kejahatan online ini sangat komplek karena melibatkan pihak Kominfo. Provider penyedia layanan, Penyedia delivire dan Perbangkan. Sehingga dalam melacak kasus ini akan menyita waktu dan energi yang banyak terkait regulasi. Sebagai contoh dalam melacak no rekening maka Polri tidak bisa langsung membuka no relening yang di gunakan untuk menipu sebelum laporan itu naik ke tahap penyidikan. Juga terkait no telpon maka Polri tidak bisa melacak atau membuka isi hp sebelum ada penetapan kasusnya.

Oleh karena itu dalam siaran ini Iptu Supanto menghimbau kepada masyarakat “Diharapkan jangan mudah tergiur dengan iming-iming hadiah,  Serta jika ada yang meminta sesuatu silahkan menghubungi no call Center atau datang ke Kantor Polisi atau ke Bhabinkamtibmas di wilayahnya masing-masing” ungkapnya.

Acara ini juga membuka dialog interaktif baik by telpon maupun sms. Dan banyak.masyarakat yang mengapresiasi dengan memberi masukan dan pertanyaan, seperti halnya pak.Noyo dari.Wonogiro pam Yacop dari karanganyar serta mas Raka dari Solo.

Penulis : Sumarjo
Editor   : Umi Fadilah
Publish : Sumarjo.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password