Berbagi Pengalaman Dengan Polisi Pasukan Perdamaian PBB Asal Polda Sulsel

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dua personil Polda Sulsel telah kembali dari penugasan sebagai anggota pasukan misi perdamaian PBB di Darfur Sudan, sebagai FPU (Formed Police Unit) yang bergabung dalam naungan UNAMID (United Nation African in Darfur).

Kedua personil tersebut adalah Brigadir Haryanto, S.Pd, SH,MM dan Brigadir Karsono, S.Kep,Ns, mereka  bertugas membawa nama Polisi Indonesia di Darfur selama 1 Tahun 3 bulan, terhitung sejak 27 Desember 2015 s/d 21 Januari 2016.

Sebelum bertugas ke Sudan, Brigadir Haryanto, pria 2 anak, kelahiran Makassar 04 Maret 1987 ini merupakan anggota Ba Unit 3 (Fismondev) Subdit 3 Direskrimsus Polda Sulsel, sedangkan Brigadir Karsono, S.Kep,Ns, pria lajang yang lahir di Pare-Pare 17 Oktober 1988 adalah Staf IGD R.S. Bhayangkara Makassar.

Awal mula ketertarikan Brigadir Haryanto, mendaftarsebagai pasukan PBB, saat dirinya mengikuti Dikjur Bahasa Arab di Cikeas Tahun 2011 silam yang menawarkan kesempatan bergabung menjadi anggota pasukan PBB,  Haryanto sempat beberapa kali tidak lolos, namun pada kesempatan ketiga, Brigadir Haryanto berhasil bergabung, sedangkang Brigadir Karsono, juga mengaku tertarik menjadi anggota PBB, karena ingin mengikuti jejak beberapa seniornya di RS. Bhayangkara yang sebelumnya sudah pernah bertugas di Sudan.

Baik Haryanto maupun Karsono mengakui proses seleksi menjadi pasukan perdamaian PBB begitu ketat,  dalam proses yang diikutinya, sebanyak 1.350 personil yang mendaftar dariseluruh Indonesia, dan hanya terpilih 140 personil terpilih yang akan bergabung dengan personi dari 39 Negara lainnya, dan khusus di di Polda Sulsel dan jajaran, pendaftar mencapai 150 orang namun hanya  Brigadir Haryanto dan Brigadir Karsono berhasil lolos. Selanjutnya dalam pembekalan yang dilaksanakan sebelum berangkat juga sangat disiplin, kurang lebih 4 bulan di pusdiklat Multifungsi Cikeas Bogor, dilanjutkan latihan berganda dan pembaretan di kaki gunung Citepu Pelabuhan Ratu Jawa Barat

Dalam pelaksanaan tugas selama di Darfur kedua personil Poda Sulsel ini, memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, Brigadir Haryanto bertugassebagai Driver taktis, mengendarai Baracuda yang melaksanakan Patroli Keliling menjaga keamanan masyarakat  selama 12 Jam, sejak pukul 07.00 pagi waktu setempat hingga Jam 19.00  malam pada 14 Pos di wilayah Sudan El Fasher,  sedangkan Brigadir Karsono,  sebagai Paramedis Support, yang memberikan perawatan bagi prajurit yang sakit, menjaga kesehatan seluruh anggota UNAMID yang kadang terkena Diare, ataupun kecelakaan kerja.

Brigadir Haryanto dan Brigadir Karsosno,  kemudian mengungkapkan kebanggaannya, membawa nama Indonesia di Sudan, dalam misi perdamaian dunia, juga mendapatkan kesan positif, antara lain dapat saling mengenal dengan  polisi dari negara lain, selain itu mereka juga kadang membawa misi Budaya Indonesia, demikian pula dengan misi sosial yang selalu dilaksanakan, seperti Berqurban, Bantu pembangunan Mesjid, Pesantren, bagi sembako, dan bagi-bagi Alquran.

Tak heran jika masyarakat Sudan khususnya El Fasher Darfur sangat mengapresiasi kinerja Personil PBB asal Indonesia, yang menurut mereka interaktif, atraktif dan humanis, sampai-sampai mereka menyebut pasukan Indonesia Pasukan “Tammam (Sempurna).

Walaupun demikian beberapa kendala juga mereka hadapi selama penugasan disana, terutama faktor cuaca yang bila panas mencapai 57 Derajat, dan bersuhu dingin 2 derajat, kadang pula mereka hadapi musim Habub (badai gurun pasir),  disana mereka juga menyaksikan kehidupan sangat memprihatinkan masyarakat Elfasher utara Sudan, masyarakat disana kadang makan sekali sehari, hingga kadang sisa makanan  personil PBB mereka pungut kembali dan memakannya, menurut mereka kita mesti lebih banyak bersyukur melihat kondisi sosial dan ekonomi Indonesia yang masih lebih baik.

Personil Polri yang bercita-cita ingin bergabung menjadi pasukan misi perdamaian PBB,  Brigadir Haryanto dan Brigadir Karsono, membeberkan kiat-kiat yang mesti dimiliki, antara lain, kembangkan Knowledge, Skill, dan Attitude, terutama kemampuan Bahasa Arab dan Inggris, harus berusaha keras, Loyal pada segala aspek dan bersyukur, keduanya juga membocokan besaran benefit yang diperoleh sebagai pasukan perdamaian PBB, yaitu berkisar USD.1300/month plus uang harian USD.38 /month.

Penulis : Taufik

Editor : Umi Fadilah

Publish :Taufik

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password