Polisi Tangkap Paman Pemerkosa Keponakan di Way Kanan Lampung

Tribratanews.polri.go.id – Polres Way Kanan. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Way Kanan, menangkap tersangka perkosaan dengan pengancaman, DS (40) yang tega melakukan perbuatannya kepada remaja yang tak lain adalah keponakannya sendiri, melati (15), warga Kecamatan Buay Bahuga Kabupaten Way Kanan.

Tak hanya itu, untuk menutupi perbuatan tercelanya, pelaku bahkan mengancam korban jika memberitahukan peristiwa yang terjadi sekitar tahun 2015 lalu itu kepada orang lain.

Kapolres Way Kanan AKBP Yudy Chandra Erlianto S.Ik, M.H, melalui Kasat Reskrim AKP Sugandhi Satria N. S.IP, mengatakan korban didampingi orang tuanya melaporkan perbuatan sang paman pada hari Senin tanggal 03 April 2017 lalu. Sehari kemudian, pihaknya berhasil mengamankan pelaku.

“Setelah korban didampingi orang tuanya melapor ke Unit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak) (PPA) Polres Way Kanan dan kemarin Selasa, (4/4/17) telah kita ditahan,” terang AKP Sugandhi Satria N, S.IP. Rabu (5/4/17) siang.

Lanjut Kasat Reskrim, Peristiwa itu terjadi pertama di rumah korban pada tahun 2015, saat  pelaku awalnya hanya sering mengunjungi kediaman orang tua melati untuk numpang nonton TV, sekira jam 16.00 Wib datang bertanya kemana ibu bapakmu, jawab korban lagi kerja ke sawah. Tanpa perasaan curiga korban membiarkan masuk saat sedang menonton televisi dirumah, karena korban mengantuk kemudian tertidur lalu pelaku DS tergiur melihat keponakannya sendiri tiba-tiba korban terbangun dan melihat pelaku sudah membuka celana dan akan melakukan perbuatan bejatnya merasa takut diketahui korban pelaku DS kemudian pergi dari rumah.

Selanjutnya Pelaku kembali meneruskan aksi bejatnya kepada korban di tahun 2016. Saat itu pelaku sekira jam 15.00 wib datang kerumah untuk meminjam  pisau  besar atau golok untuk mencari kelapa, setelah selesai pelaku DS mengembalikan golok yang dipinjamnya, lalu duduk di berdekatan kemudian pelaku menidurkan korban diatas lantai namun pada saat mencoba mendorong pelaku untuk melarikan diri, tubuh pelaku lebih besar dari korban sehingga tidak kuat mendorong, setelah itu pelaku memaksa korban untuk memuaskan syahwatnya dan mengancam melukai.

Korban digauli sebanyak tiga kali kejadian yang ketiga terjadi hari rabu  tanggal 06 juli 2016 sekira jam 21.30 wib di sawah dekat tanggul  pada saat korban sedang main bersama temannya berkonvoi malam takbiran, disusul pelaku untuk pulang bukannya kembali kerumah malah diajak di sawah dan memaksa korban kembali melakukan perbuatanya.

Kejadian ini terbongkar pada saat sekira jam 03.30, minggu (2/4) korban terbangun dan merasakan sakit di perut sehingga membangunkan kedua orang tuanya, dan memanggil dokter untuk memeriksa keadaanya dari keterangan dokter mengatakan bahwa korban akan melahirkan, disitu terungkap bahwa korban dicabuli pamannya sendiri sebanyak tiga kali, tapi korban takut mengatakannya karena diancam .

Tidak terima dengan kejadian tersebut orang tuanya melapor ke polisi, Korban akhirnya memberanikan diri melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) polres way kanan yang menangkap pelaku sehari kemudian di kp. suka bumi kec. buay bahuga kab. way kanan.

DS yang kini mendekam di sel tahanan dijerat Pasal 81 ayat (1), (2) dan atau Pasal 82 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.” pungkas AKP Sugandhi

Penulis : Adi Pranoto.w

Editor   : Umi fadilah

Publish:  Oto Adi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password