Aipda As’ad, Sosok Polisi yang Rela Sisihkan Penghasilannya untuk Bantu Warga Kurang Mampu

Tribratanews.polri.go.id – Sidrap Sulsel, Aipda As’ad Usman yang merupakan Polisi Bhabinkamtibmas di dua wilayah yaitu Kelurahan Empagae dan Desa Aka’ akae, aktif dan rutin menyambangi dan bertemu dengan warga binaannya.

Hal tersebut dilakukan untuk menjalin silaturahmi dan merekatkan hubungan antara Polisi Bhabinkamtibmas dengan masyarakat.

Selain itu juga pria kelahiran Majene ini memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap warga yang tergolong kurang mampu.

Dengan menyisihkan sebagian gajinya, Aipda As’ad selalu membantu warga yang memiliki kebutuhan ekonomi rendah dengan memberikan bantuan sembako yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari hari.

“Ya, alhamdulillah hari ini saya mendatangi rumah warga yang kurang mampu dan membantu sekedarnya saja untuk keperluan sehari harinya,” ucap Aipda As’ad, selasa (4/4/17).

“Selain bersilaturahmi dan membantu mereka, saya juga memberikan himbauan dan pesan pesan kamtibmas kepada warga, serta kalau ada masalah sekecil apapun agar segera menyampaikan kepada saya untuk dicarikan solusinya,” lanjutnya.

“Terdapat kebahagian tersendiri bagi saya, dengan menyisihkan penghasilan tiap bulannya demi membantu warga yang kurang mampu, karena dapat berbagi dengan mereka,” tutup pria yang hobby melakukan adventure dengan sepeda motor ini.

Kunjungan aparat kepolisian ke warga di wilayah hukumnya tersebut, tentu menjadi penilaian tersendiri terhadap keberadaan institusi Polri yang bermasyarakat seperti  Bhabinkamtibmas Aipda As’ad yang rela menyisihkan penghasilannya untuk membantu warga yang kurang mampu.

Apa yang dilakukan oleh Aipda As’ad merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami kedua kemampuan ini yakni kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dalam kehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password