Polisi Peduli, Bhabinkamtibmas Polsek Malangke Barat Bantu Warga Persiapkan Keperluan Pernikahan

Tribratanews.polri.go.id – Luwu Utara Sulsel, Dalam menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat dan membangun kemitraan, maka Bhabinkamtibmas Polsek Malangke Barat membantu warga binaannya masyarakat yang sedang mempersiapkan keperluan pernikahan, Senin (03/04/17).

Siapa yang tidak mengenal sosok Bhabinkamtibmas Polsek Malangke Barat yaitu Brigpol Saifullah yang selalu membantu warganya dalam beberapa hal misalnya membantu warga yang tidak mampu, menghadiri acara pesta pernikahan, menghadiri acara duka warga semuanya ini adalah kedekatan Bhabinkamtibmas dengan warga binaanya dan selalu ada setiap kali kegiatan warga.

Senin Siang Brigpol Saifullah yang setiap harinya melakukan sambang kerumah warga masyarakat pada saat itu melihat warga yang sedang melaksanakan gotong royong atau kerja bakti  mempersiapkan keperluan acara pernikahan Salah Satu Toko Masyarakat di kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara.

Kegiatan tersebut mendapat respon yang sangat positif karena dimana Polri dalam halnya Bhabinkamtibmas selalu ada dan membatu warga dalam segala hal.sehingga terjalin komunikasi dan sinergitas antara polri dan masyarakat berjalan dengan baik.

Kunjungan aparat kepolisian ke warga di wilayah hukumnya tersebut, tentu menjadi penilaian tersendiri terhadap keberadaan institusi Polri yang bermasyarakat seperti  Bhabinkamtibmas Brigpol Saifullah yang membantu warga berbenah untuk perta pernikahan.

Apa yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Malangke Barat Brigpol Saifullah untuk membantu warga yang membantu warga mempersiapkan pesta pernikahan merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami kedua kemampuan ini yakni kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dalam kehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi. Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Taufik

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password