Kapolda Sulsel Sambut Kedatangan Pasukan Satgas Tinombala Satbrimob Polda Sulsel

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono memimpin upacara penyambutan kedatangan 1 SSK pasukan Satbrimob Polda Sulsel BKO Polda Sulteng Operasi Tinombala di Lapangan Upacara Polda Sulsel, Selasa (4/4/17).

Pasukan Satbrimob yang menjadi bagian dari Satgas Tinombala dalam pengejaran kelompok teroris Santoso diwilayah hutan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, telah mampu melaksanakan tugas dengan baik dan menunjukkan prestasi yang membanggakan.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel mengucapkan selamat atas kembalinya satgas Tinombala dengan selamat dan aman. Beliau juga bangga kepada pasukan Brimob Polda Sulsel selama berada di medan tugas tidak melakukan hal-hal yang merusak nama baik satuan.

“Tugas ini menjadi suatu pengalaman yang begitu sangat berharga, membanggakan dan membawa pencitraan yang positif baik institusi Polri maupun bagi bangsa Indonesia khususnya wilayah Sulsel.

Berangkatnya Satbrimob Polda Sulsel sebagai Satgas Tinombala merupakan wujud kepercayaaan negara dan pimpinan terhadap kapabilitas dan loyalitas dalam melaksanakan tugas mengejar kelompok teroris Santoso di wilayah hutan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso.

Upacara penyambutkan ini merupakan bentuk penghormatan dan rasa bangga sekaligus sebagai wujud rasa syukur serta penghargaan kepada pasukan Satbrimob Polda Sulsel yang telah selesai melaksanakan tugas secara profesional dalam menjaga integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman dan berbagai aksi yang mengganggu keamanan.

Operasi Tinombala adalah operasi yang dilancarkan oleh TNI dan Polri pada tahun 2016 di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Operasi ini melibatkan satuan Brimob, Kostrad, Marinir, Raider, dan Kopassus.

Menurut TNI dan Polri, Operasi Tinombala berhasil membatasi ruang gerak kelompok Santoso dan membuat mereka berada dalam kondisi “terjepit dan kelaparan”.Pada tanggal 18 Juli 2016, Santoso alias Abu Wardah tewas ditembak oleh Satuan Tugas Operasi Tinombala setelah terjadinya baku tembak di wilayah Desa Tambarana.

Operasi Tinombala bertujuan untuk menangkap kelompok teroris Santoso. Operasi Tinombala dimulai pada tanggal 10 Januari 2016 dan merupakan kelanjutan dari Operasi Camar Maleo IV. Operasi ini melibatkan sekitar 2.000 personel. Operasi Tinombala pada awalnya dijadwalkan selesai pada tanggal 9 Maret 2016, tetapi operasi ini kemudian diperpanjang selama enam bulan.

Pada 18 Juli 2016, kontak tembak terjadi di pegunungan sekitar Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, sekitar pukul 17.00 WITA. Dalam baku tembak yang berlangsung sekitar setengah jam itu, dua orang tewas, dan mereka adalah Santoso dan Mukhtar.

Basri yang awalnya diperkirakan tewas (belakangan ternyata Mukhtar), berhasil kabur. Kepala Satuan Tugas Operasi Tinombala Kombes Pol Leo Bona Lubis mengungkapkan, kepastian Santoso tewas diperoleh dari hasil identifikasi fisik luar dan dari keterangan saksi-saksi.

Penyerbuan terhadap kelompok Santoso dilakukan sekitar pukul 16.00 WITA oleh anggota satgas bersandi Alfa-29 yang terdiri atas sembilan orang prajurit Yonif Raider 515/Kostrad. Saat melaksanakan patroli di pegunungan Desa Tambarana, mereka menemukan sebuah gubuk dan melihat beberapa orang tidak dikenal sedang mengambil sayur dan ubi untuk menutup jejak.

Mereka juga menemukan jejak di sungai dan terlihat tiga orang di sebelah sungai namun langsung menghilang. Tim satgas ini kemudian berupaya mendekati orang-orang tak dikenal itu dengan senyap. Setelah berada dalam jarak sekitar 30 meter, mereka kemudian terlibat kontak senjata sekitar 30 menit. Setelah dilakukan penyisiran seusai baku tembak, ditemukan dua jenazah dan sepucuk senjata api laras panjang. Sedangkan tiga orang lainnya berhasil kabur.

Dua jenazah, yakni Santoso dan Mukhtar, kemudian dievakuasi pada Selasa pagi ke Polsek Tambarana, Poso Pesisir Utara. Hanya beberapa menit di Polsek Tambarana, jenazah kedua buronan dalam kasus terorisme itu diterbangkan dengan sebuah helikopter menuju Bndar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu.

Penulis : Abd Rahman

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password