Kapolda Papua Terima Kunjungan Duta Besar Belanda

tribratanews.polri.go.id Polda Papua, Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw Menerima Kunjungan Duta Besar Belanda Rob Swartbol dan Rombongan di Mapolda Papua, Senin (03/4/2017) sore.

Dalam pertemuan tersebut Kapolda menjelaskan tentang situasi geografi, demografi dan kamtibmas pada saat ini dan 2 tahun terakhir. Unuk kriminalitas juga Kapolda menjelaskan mengenai situasi kelompok separatis baik bernuansa politik maupun kelompok bersenjata.

Kapolda menjelaskan situasi Pilkada serentak 2017 aman, hanya satu peristiwa di kabupaten Intan Jaya dan masih adanya sengketa hingga saat ini yang mana masih menunggu proses hukum di MK.

“Kami masih Stand By-kan anggota untuk mengantisipasi bila terjadi gangguan kamtibmas di 10 kabupaten dan 1 kota. Polda Papua juga telah melakukan pertemuan jelang dan pasca Pilkada, hal ini untuk menekan terjadinya pelanggaran dan gangguan kamtibmas di wilayah yang melaksanakan Pilkada,” jelas Kapolda.

Irjen Pol Paulus Waterpauw juga menjelaskan tentang proses dan situasi Pilkada, karena Kapolda beserta Pangdam Cindrawasih melakukan pengecekan situasi kesiapan anggota dalam melakukan Pam Pilkada.

Duta besar Belanda merasa bangga bisa hadir di Polda Papua dan nama Kapolda Paulus Waterpauw tidak asing bagi orang Belanda.  Sebelum Kapolda, Duta Besar Belanda terlebih dahulu ke KPU dan Bertemu dengan ketua KPU dan komisioner KPU. Ia mendengarkan tentang situasi dan bangaimana situasi jelang keputusan MK.

Kapolda Papua Terima Kunjungan Duta Besar Belanda-

Kapolda Papua  menjelaskan kepada rombongan bahwa pemilu ini rentan dengan kepentingan maka Polda mengajak untuk  membangun komunikasi dengan penyelenggara, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat serta seluruh korpinda Papua agar semua masalah dapat diselesaikan dengan baik.

“Polda juga menempatkan anggota di tempat yang rawan agar situasi dapat terpantau dengan baik untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” kata Kapolda.

Pada kesempatan itu Dubes menanyakan tentang maraknya ganja yang beredar di Jayapura dari PNG, kekerasan rumah tangga yang meningkat dan peran Binmas tentang polmas di wilayah Papua serta bagaimana peran IOM selama tiga tahun terakhir di Papua.

Menjawab itu Kapolda mengatakan, bahwa Polmas sangat berperan dalam pembentukan FKPM, karena babin dapat berpengaruh pada situasi kamtibmas menjadi lebih kondusif. Adapun kasus KDRT dari tahun ke tahuan menurun namun pemerkosaan meningkat yang disebabkan minuman keras.

Kapolda menjelaskan, dalam memberikan pelayanan terhadap korban kekerasan di Polda Papua sudah ada rumah singga yang dibangun Pemerintah daerah, maka latihan yang diberikan kepada babinkamtibmas berdampak positif dengan menurutnya kasus KDRT.

“Adapun tentang pemberian pelayanan terhadap pengunjuk rasa ada aturan, bahkan Polda mengeluarkan maklumat Kapolda tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, karena ada kelompok yang ingin unjuk rasa namun tidak terdaftar di Kesbangpol maka mereka merasa bahwa maklumat Kapolda Papua itu dapat menghalangi kegiatan pengunjuk rasa. Bagi Polda Papua hanya mengingatkan kepada masyarakat untuk segera memberitahu kepada Polri setempat jika akan menyampaikan unras,” tegas Kapolda Papua.

Penulis                 : Rein
Editor                   : Umi Fadilah
Publisher              : Rein

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password