Pelajar harus Menjadi Generasi Bangsa yang Cerdas dan Berbudi Luhur

Tribratanews.polri.go.id – Polres Trenggalek, Minggu pertama Operasi Bina Kusuma Semeru 2017 benar-benar dimanfaatkan oleh jajaran Polres Trenggalek untuk menggenjot berbagai kegiatan yang bersentuhan dengan dunia pendidikan dan pelajar. Para Kapolsek hingga Bhabinkamtibmas kompak dan bersama-sama bertindak sebagai pembina upacara di semua jenjang pendidikan. Senin (03/04).

Bripka Hariyanto, Bhabinkamtibmas Desa Sugihan Kecamatan Kampak mengajak kepada keluarga besar SDN 1 Sugihan untuk disiplin berlalu lintas. Kepada anak-anak, Bripka Hariyanto mengingatkan agar tidak jajan disembarang tempat serta  tidak mudah percaya pada berita yang tidak jelas sumbernya.

Sedangkan Wakapolsek Tugu Polres Trenggalek Ipda Sunawir berkenan menjadi pembina upacara di SMPN 2 Tugu. Dalam amanatnya Ipda Sunawir menyampaikan perlunya penanaman disiplin bagi pelajar sejak dini sebagai upaya pembentukan karakter dan sikap yang akhlaqul qarimah, sehingga nanti bisa terbentuk insan yang bertaqwa kepada Tuhan YME, memiliki moralitas dan disiplin tinggi  serta terbentuk generasi muda yang sesuai dengan harapan orang tua,  bangsa dan negara.

Masih kata Ipda Sunawir, Polri secara nasional serentak melaksanakan operasi dengan sandi “Ops Bina Kusuma 2017” dengan sasaran utama operasi yaitu preman dan premanisme, KDRT, kenakalan remaja, penyakit masyarakat, dan hal-hal lain yang bisa berpotensi terganggunya  situasi Kamtibmas.  Untuk itu diharapkan selama waktu operasi maupun di luar kegiatan operasi Kepolisian, para pelajar untuk selalu menanamkan sikap dan perilaku yang sadar dan patuh hukum serta tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan hukum dan perundang – undangan yang berlaku.

“Operasi Bina Kusuma Semeru 2017 dimulai tanggal 1 hingga 30 April 2017”, jelas Ipda Sunawir.

Sementara itu Aiptu Sujiono, Kanitbinmas Polsek Dongko Polres Trenggalek saat bertindak sebagai pembina upacara di SMA 1 Dongko menyatakan, agar para siswa meningkatkan kepedulian dan nasionalisme ditengah gencarnya informasi melalui internet.

“Siapa lagi yang akan menjaga budaya dan karakter kebangsaan jika bukan kita sendiri. Ambil yang positif dari internet dan buang yang tidak sesuai dengan etika dan budaya bangsa”, tegas Aiptu Sujiono.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password