Resmob Polres Minahasa Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulawesi Utara – Unit Resmob Polres Minahasa berhasil menangkap dua pelaku penganiayaan terhadap Josua Tampi (19) yang terjadi di Desa Rerer Jaga 3, Kecamatan Kombi, Minggu (02/04/2017) sekitar pukul 02.30 WITA. Dua pelakunya yang belakangan diketahui berinisial BH (25) dan RS (29), warga Desa Kalawiran, diringkus Minggu sore sekitar pukul 16.00 WITA di Tondano.

Korban dalam Laporan Polisi Nomor: LP/167/IV/2017/Sulut/Resmin tertanggal 2 April 2017 menerangkan, saat itu ia sedang mengunjungi neneknya dan akan tidur di rumah yang berada tak jauh dari rumah sang nenek. Karena di rumah tersebut tidak ada lampu, korban kembali ke rumah neneknya.

Dalam perjalanan, korban berpapasan dengan pelaku. Tanpa sebab yang jelas tiba-tiba pelaku menebas korban menggunakan parang tepat di leher dan punggungnya. Pelaku langsung melarikan diri, sedangkan korban yang mengalami luka sayatan cukup parah dilarikan warga sekitar ke Rumah Sakit Umum Tondano.

Unit Resmob segera mendatangi rumah sakit untuk meminta keterangan korban, namun korban tidak mengenali pelaku. Polisi lalu menuju TKP dan mendapati barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Setelah mengumpulkan keterangan dari para saksi di TKP, polisi akhirnya mendapati identitas pelaku dan mendatangi rumah mereka di Desa Kalawiran.

Sampai di rumah pelaku, ternyata keduanya telah melarikan diri. Tak mau kehilangan target, polisi terus melakukan pengembangan dan didapat informasi bahwa pelaku kabur ke wilayah Tondano. Polisi kemudian mendatangi rumah keluarga pelaku di Desa Kulo Tondano dan akhirnya membekuk kedua pelaku tanpa perlawanan sore itu.

Kapolres Minahasa, AKBP Syamsubair melalui Kasubbag Humas, AKP Hilman Rohendi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kedua pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolres Minahasa untuk diperiksa lebih lanjut,” jelasnya. Keduanya, lanjut Kasubbag Humas, dijerat dengan pasal 170 Jo 351 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama. “Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Rony
Editor: Umi Fadilah
Publish: Rony

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password