Resmob Polsek Panakukang Ringkus Pelaku Curas di Kediamannya

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Anggota Resmob Polsek Panakkukang berhasil meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), Minggu (02/04/17).

Pelaku adalah seorang remaja berinisial FA (21) warga Jl. dr. Leimena Makassar diringkus anggota resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Panit Reskrim Iptu Harianto Rahman.

Berawal dari anggota resmob Polsek Panakkukang mendapat informasi bahwa lelaki FA yang diduga adalah pelaku Curas sedang berada di rumahnya jalan dr. Leimena kemudian anggota resmob langsung bergerak menuju ke rumah pelaku dan mendapat pelaku sedang duduk di depan rumahnya sehingga anggota resmob langsung meringkus dan mengamankan lelaki FA.

Dari hasil introgasi lelaki FA mengakui telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) di beberapa lokasi di wilayah hukum Polsek Panakkukang seperti di jalan Pengayoman depan Hotel Anugerah, jalan Pengayoman depan Alaska dan jalan Toddopuli adapun barang bukti yang di amankan dari tangan pelaku lelaki FA, 1 (satu) buah samsung android warna hitam.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Taufik

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password