Puluhan Polisi Amankan UNBK Tingkat SMK di Sidrap

Tribratanews.polri.go.id – Sidrap Sulsel, Puluhan personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kabupaten Sidrap. Sistem pengamanan terbuka dan tertutup diterapkan saat pelaksanaan UN 2017 pada 03-06 April.

“Ada dua polisi diplot ditiap sekolah yang menyelenggarakan UNBK. Selain itu ada personel menjaga naskah dan lembar jawaban ujian di setiap subrayon. Mereka angggota dari wilayah hukum Polres serta Polsek ” jelas Kabag Ops Kompol Makkanenneng, SE saat dikonfirmasi, Senin (3/4/17) Pagi.

Makkanenneng mengatakan personel yang siaga itu sifatnya situasional atau bisa di dalam dan luar sekolah tempat digelarnya UNBK. Dua polisi di tiap sekolah itu ada yang mengenakan seragam dan pakaian preman.

“Kehadiran polisi ini bertujuan mengawasi segala bentuk kecurangan saat pelaksanaan UN serta mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, jika terindikasi dan ditemukan pelanggaran atau misalnya ada penyebar kunci mirip jawaban, pihak kepolisian berkoordinasi dengan panitia penyelenggara, tim independen, dan dinas pendidikan. Setelah itu, polisi menentukan langkah penindakan.

Makkanenneng berharap kegiatan UNBK di Sidrap berjalan lancar dan aman. Ia pun mengimbau agar peserta UNBK tidak memercayai pihak-pihak yang menawarkan atau mengaku memiliki kunci jawaban.

Seperti dimuat pada laman http://unbk.kemdikbud.go.id, CBT adalah singkatan dari Computer Based Test atau disebut juga Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

UNBK adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1298 SMA/MA, dan 2100 SMK.

Penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

Penulis : Apri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password