Polisi Mengantisipasi Perkembangan Situasi di Kampung Kadun Jaya Distrik Mimika Timur

Tribratanews.polri.go.id.- Polda Papua – Polres Mimika.- Kepala  Kepolisian Resor Mimika AKBP Victor D. Maclbon, SH,SIK,MH,MSi melalui Kasat Sabhara Iptu Matheus T. Ate bersama personel Dalmas dan Perintis dalam rangkan mengantisipasi perkembangan situasi keamanan dan ketertiban Pasca  Perkembangan kasus penganiayaan TKP KM 11 yang mengakibatkan korban an. HENGKI LOKBERE meninggal dunia”. Sabtu, 01 / 04 / 2017 / Siang.

“ Dengan pertimbangan serta kondisi keamanan di KM 11 Distrik Mimika Timur Kab. Mimika yang hingga saat ini kurang kondusif maka di Satuan Sabhara Polres Mimika menempatkan pasukan dengan membangun satu unit tenda peleton untuk tempat tinggal / penginapan buat personel yang yang melaksanakan siaga hingga situasi benar-benar aman. Setelah di bangun satu unit tenda maka penjagaan dan pengamanan masyarakat antara kedua kelompok dapat teratasi namun belum sepenuhnya karena masih menunggu proses adat.

“ Hingga saat ini personel yang terlibat pengamanan dan antisipasi adalah sebagai berikut Brimob Den B sebanyak 1 Pleton, Unit Perintis Polres Mimika 1 Regu, Dalmas Polres Mimika sebanyak 1 Pelaton dan Personil Polsek Mimika Timur sebanyak 1 Regu.

“ Personel yang melaksnakan tugas pengamanan di KM 11 bertugas untuk  melakukan himbauan kepada warga masyarakat pihak keluarga korban di jalur 1, 3 dan 4 serta pihak pelaku di jalur 2 Kampung Kadun Jaya. Himbauan dengan menggunakan pengeras suara yang isinya  Bapak-bapak dan Ibu ibu serta seluruh masyarakat yang berada di jalur 1, 2, 3 dan 4,     Kami menghimbau : Agar tidak ada yang saling menyerang, sehubungan masalah ini telah di tanggani oleh pihak Kepolisian.

Pihak Kepolisian Resor Mimika telah memasang Polis Line yang tidak boleh di lewati oleh semua pihak, apabila di lewati maka akan di tindak tegas dengan cara di lumpuhkan.

Proses perdamaian akan di usahakan secepatnya maksimal hari Minggu selesai.

Hari Senin pagi akan di lakukan sweping gabungan dengan sasaran seluruh benda tajam (anak panah, kampak, parang) akan di sita dan yang membawa untuk di proses sesuai hukum yaitu UU Darurat No 12/5 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Penulis          : Hempi

Editing           : Umi Fadila

Publish          : Victor Merani

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password