Dua Kapal Nelayan Philipina Ditenggelamkan

Kapal

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Komandan TNI Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Ternate Kolenel Laut Rizaldi menegaskan pemusnahan dua kapal nelayan asing asal Filipina pada kedalaman 75 meter di perairan Tidore Kepulauan, akan diikuti melakukan koordinasi dengan dinas Hidrografi untuk membuat tanda pada peta bahwa di wilayah perairan tersebut telah dilakukan pemusnahan dua kapal asing.

“Diposisi yang sudah kita plot lintang bujurnya akan kita tandai dengan jaring dan kita juga akan memberitahukan ke dinas Hidrogafi untuk di plot dalam peta kalau di laut itu sudah ada bangkai kapal yang kita musnahkan,” ungkap Rizaldi usai melakukan pemusnahan dua kapal Filipina, Sabtu, 1/4/2017.

Rizaldi juga mengatakan, Kapal yang dimusnahkan tersebut adalah kapal berbendera Filipina yang melakukan illegal fishing di perairan Indonesia.

“Dua kapal yang ditenggelamkan dengan nama F/B Rashell 105 GT dan F/B Yanreyd 201 88 Gros Ton. Kedua kapal itu sudah ditenggelamkan dan alhamdulillah kurang lebih 20 menit kapal secara total sudah tenggelam ke dasar laut pada kedalaman 75 meter,” katanya.

Untuk kapal berikutnya yakni FB/LB Rashel DH 101, menurut Rizaldi, pihaknya akan melakukan penenggelaman guna di jadikan taman wisata bawah laut sementara kapal pambod F/B Santo Nino Aqua akan dipotong dan dibakar di Pelabuhan Perikanan Bastiong Ternate.

“Kita akan tenggelamkan di sekitar taman Nukila dengan jarak kurang lebih 100 meter dengan kedalaman 60 meter sehingga dapat menjadi spot diving yang bagus di lokasi itu dan satunya lagi kapal pamboat (kayu) itu akan kita potong-potong dan kita bakar di daratan, sebab apabila ditenggelamkan akan mengganggu lingkungan hidup dan membuat pencemaran,” akunya.

Rizaldi juga menegaskan, pemusnahan dua kapal asing itu dilakukan secara Nasional yang terpusat di Ambon Provinsi Maluku oleh Menteri Perikanan RI Susi Pudjiastuti yang diikuti oleh 13 daerah dengan total kurang lebih 63 kapal.

“Peledakan ini dilakukan secara Nasional, mulai dari Sabang sampai Merauke. Jadi ibu Menteri Kelautan dan Perikanan sekarang berada di pusat pengendaliannya di Ambon sebagai pengendali utama,” tegasnya.

Danlanal Ternate Kolenel Laut (P) Rizaldi  juga menyampaikan, Kapal-kapal asal Filipina itu mulai diamankan sejak 2016 dan sudah dilaksanakan deportasi terhadap 56 ABK dan 4 Nahkoda sebagai tersangka utama sudah ditahan.

“Keputusan hukum tetap dan inkrahnya keempat kapal tersebut dimusnahkan untuk kepenetingan negara,” ucapnya.

Disentil terkait dengan bahan peledakan, kata Rizaldi, bahan peledak yang dipakai jenis TNT dan sebagian dirakit untuk kepentingan ramah lingkungan langsung oleh Armada Timur dan satu tim kita datangkan dari Jakarta.

“Akhir dari peledakan itu harapannya tidak mencemari lingkungan sekitar dan efek yang ditimbulkan tidak mengganggu terumbu karang yang berada di bawahnya,” tuturnya.

Rizaldi berharap penenggelaman dua kapal tersebut, tidak menggangu alur pelayaran maupun habaya nafigasi.

“Tapi kita pastikan lagi kerangka kapal tidak akan muncul ke permukaan dan tetap pada posisi yang sudah ditentukan,” pungkasnya.

 

 

 

Penulis       : Humas Polda Maluku Utara

Fotografer : Humas Polda Maluku Utara

Editor         : Umi Fadilah

Publish       : Mandala Putra

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password