Satuan Sabhara Gelar Simulasi Penanggulangan Huru Hara di Persidangan

Tribratanews.polri.go.id – Sidrap Sulsel, Personel Polres Sidrap menggelar simulasi penanggulangan huru-hara. Simulasi ini dilakukan untuk kesiagaan personel menangani kericuhan sekaligus memberi contoh maupun edukasi kepada para pegawai Pengadilan terkait penanganan awal terjadinya kericuhan pada saat berlangsungnya persidangan.

Simulasi yang diikuti oleh Satuan Sabhara dan seluruh pegawai pengadilan ini digelar di kantor Pengadilan Negeri Sidrap, Jumat (31/3/2017) Pagi.

Dalam simulasi ini, personil memperagakan skenario pengamanan baik sebelum maupun setelah pelaksanaan sidang. Ini sekaligus untuk memastikan kesiapan personil dalam menghadapi beberapa sidang yang akan berlangsung ke depan.

Saat simulasi berlangsung pengunjung sempat dikejutkan dengan aksi dorong – dorongan antara aparat dengan bulshit yang ingin mengacaukan jalannya sidang.

Dengan sigap, Tim Satuan Sabhara langsung merapat dan melakukan pengamanan yang mengedepankan sikap persuasif hingga akhirnya pelaku dapat diamankan.

Kasat Sabhara Polres Sidrap AKP Galigo mengatakan, kegiatan dilakukan untuk memaksimalkan pengamanan kepada pengunjung maupun pegawai. Latihan ini sangat berguna untuk kesiagaan personel polisi.

“hasilnya sangat memuaskan. Melalui simulasi ini, kami (Personel Sabhara Polres Sidrap) akan meningkatkan keamanan pada pengunjung, tamu maupun pegawai pengadilan negeri sidrap pada saat berlangsungnya persidangan” ujar Galigo di lokasi.

Selain itu, pihaknya juga telah bekerja sama dengan pengadilan negeri sidrap terkait penanganan awal terjadinya kericuhan di Persidangan.

“Penanganan kejahatan itu butuh keterlibatan semua pihak, tidak hanya kepolisian. Untuk itu kerja sama antara unsur terkait sangat dibutuhkan,” imbuhnya.

Kegiatan diakhiri dengan pose bareng pihak kepolisian dengan pengadilan negeri sidrap.

Fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam hal ini, tujuan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta terbinanya ketenteraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Termasuk memberikan pengamanan dalam sidang di pengadilan, hal itu dapat dilihat dalam Pasal 15 Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang wewenang Polri, berikut isi pasal tersebut.

  • Menerima laporan dan/atau pengaduan;
  • Membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum;
  • Mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat;
  • Mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa;
  • Mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan administratif kepolisian;
  • Melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan;
  • Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian;
  • Mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang;
  • Mencari keterangan dan barang bukti;
  • Menyelenggarakan Pusat Informasi Kriminal Nasional;
  • Mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat;
  • Memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan, kegiatan instansi lain, serta kegiatan masyarakat;
  • Menerima dan menyimpan barang temuan untuk sementara waktu.

Penulis : Apri

Editor :Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password