Mantap, Polsek Lapri Bekuk Pelaku Curanmor DPO Sekta Ujung Pandang

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel, Anggota Kepolisian Sektor Lappariaja (Lapri) jajaran Polres Bone membekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Sekta Ujung pandang Polrestabes Makassar.

Pelaku yang diketahui bernama Ramli  tersebut ditangkap di Dusun Matango Desa Tungke Kecamatan Bengo Kabupaten Bone , dari tangan Ramli petugas berhasil menyita barang bukti curian berupa satu unit sepda motor Kawasaki Ninja Mono 4 Tak, warna hijau. DD 6053 XY ( Plat Putih ) nomor mesin : BX250AEA16967, nomor rangka : MH4BX250AFJP08048. Jumat, 31 Maret 2017.

Berawal saat pelaku Ramli bersama rekannya mencuri sepeda motor di Anjungan Pantai Losari pada Jumat (31/3/2017) dini hari sekira pukul 01.10 Wita. Dari hasil penyelidikan, anggota Polsek Ujung Pandang berhasil mengamankan rekan pelaku, sementara Ramli berhasil kabur membawa sepeda motor curiannya ke Kabupaten Bone.

Perburuan Ramli terungkap dari hasil kerjasama antara Sekta Ujung Pandang dengan Polres Bone. Ramli diketahui berada di wilayah Kabupaten Bone dan berhasil ditangkap oleh Polsek Lapri yang dipimpin Akp Zainuddin Z, S.Sos didampingi Kanit Reskrim Aipda Saiful, S.H ditempat persembunyiannya di Desa Tungke Kecamatan Bengo.

“Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polsek Lapri sambil menunggu pihak Polsek Ujung Pandang untuk menjemput guna dilakukan proses lebih lanjut”, ujar Kapolsek Lapri.

Dari hasil introgasi petugas, Ramli mengaku pernah bergabung dengan TNI AD kesatuan 726 Lappa Cenrana Kabupaten Bone, namun karena sejumlah kasus yang melilitnya akhirnya Ramli diberhentikan secara tidak hormat dari kesatuannya alias dipecat.

Beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya pencurian disebabkan banyak hal. Faktor penyebabnya antara lain :

– Faktor ekonomi

Hal ini dialami oleh rakyat kecil yang tidak mampu membeli barang kebutuhannya, seperti sandang, pangan, papan. Alasan mereka mencuri mayoritas adalah karena terpaksa mencuri untuk menghidupi keluarganya.

– Pengangguran

Meningkatnya pengangguran sangat berpengaruh besar terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang rendah cenderung untuk tidak mempedulikan norma atau kaidah hukum yang berlaku. Oleh karena tidak memiliki pekerjaan yang tetap, maka pelaku mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

-Tingkat pendidikan rendah

Rendahnya tingkat pendidikan seseorang juga mempengaruhi daya pikir seseorang untuk membuat keputusan dalam bertindak. Bila pendidikan rendah, maka orang akan melakukan kejahatan tanpa memikirkan akibat dari tindakannya tersebut.

– Tidak memiliki penghasilan yang cukup

Hal ini berpengaruh besar karena apabila seseorang tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk keluarganya, maka ia akan menghalalkan segala cara untuk menghidupi keluarganya.

– Penyakit

Contohnya adalah kleptomania yang suka mengambil barang milik orang lain walau ia tidak membutuhkannya, hanya sebatas rasa ingin memiliki saja.

Beberapa cara untuk menanggulangi pencurian dapat dilakukan seperti : memberi penyuluhan, meningkatkan keamanan, misalnya pada kendaraan menggunakan alarm, memasang kunci stang, menghindari parkir di tempat sepi, memastikan semua pintu terkunci dan tidak meninggalkan barang berharga dalam mobil.

Pada rumah lebih baik dipasang alarm keamanan, timer yang dapat menyalakan dan mematikan lampu secara otomatis saat tidak ada orang di rumah, memelihara anjing penjaga dan memasang kunci ganda, menggunakan jasa petugas keamanan. Sementara hal yang dapat dilakukan untuk menghindari pencurian pada ATM sebaiknya menggunakan password yang sulit ditebak orang lain.

Penulis : Abd Rahman

Editor :Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password