Antisipasi Kejahatan Jalanan yang Makin Meningkat, Polres Sinjai Gelar Latihan Beladiri

Tribratanews.polri.go.id – Sinjai Sulsel, bertempat dilapangan apel halaman Mapolres Sinjai, Kepolisian Resor Sinjai, menggelar ujian beladiri Polri berkala bagi seluruh personel sinjai, rangkaian dari tes kesemaptaan jasmani (TKJ).

Ujian beladiri berlangsung setelah selesai pelaksanaan ujian tes kesemaptaan jasmani (TKJ) yang dipimpin Ketua Tim Penguji Aiptu Muh. Syukri Mappudji, dan Aiptu Andi Baktiar Asdar, S.Pd, didampingi tim penguji Brigpol Kurniawan Putra Karim, S.H.

Kabag Sumda Polres Sinjai Kompol Amir Yahya, S.H.,M.H mengatakan bahwa ujian  beladiri Polri yang diujikan adalah kemampuan anggota mempertahankan diri dan atau orang lain, dari serangan pihak lain dengan menggunakan teknik-teknik menghindar, menangkis dan bila perlu menyerang balik, baik dengan tangan kosong maupun dengan alat untuk melumpuhkan lawan, guna melindungi, mengayomi, melayani masyarakat serta menegakkan hukum dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Lanjut kabag sumda mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap 6 bulan sekali, bersamaan dengan ujian tes kesemaptaan jasmani (TKJ) dan mengenai ujian beladiri Polri bagi anggota adalah ujian kemampuan beladiri Polri yang mendukung pelaksanaan tugas polri dilapangan.

Dengan belajar bela diri justru akan mendapatkan manfaat positif di dalamnya. Bela diri mengajari kekuatan dan kelincahan fisik. Membentuk mental dan kepribadian dengan mengajarkan percaya diri, pantang menyerah, pengendalian diri, berani, disiplin, jantan, satria, dan masih banyak sikap mental lainnya.

Ibarat pisau, bela diri tergantung pemakainya. Pisau bisa digunakan untuk kebaikan, bisa pula untuk kejahatan. Selain mengembangkan kekuatan dan kelincahan fisik, bela diri juga mengembangkan mental dan kepribadian. Ada di antaranya yang timbul karena pendidikan, ada pula yang timbul secara alami.

Contoh sikap mental yang timbul karena pendidikan misalnya pengendalian diri, berani, disiplin, sebagaimana pernah saya bahas sebelumnya. Adapun contoh yang alami adalah percaya diri, optimis, dan pantang menyerah. Memang pada permulaannya percaya diri yang timbul adalah percaya diri untuk bertarung.

Namun jika disadari bahwa ternyata kemampuan mempelajari bela diri di suatu bidang, berarti juga mampu menguasai bidang-bidang kehidupan lainnya. Semua ini terjadi karena adanya rasa percaya diri yang telah tumbuh dan berkembang.

Bela diri Polri ini diharapkan menjadi program rutin bagi anggota Polri. Melihat kenyataan di lapangan bahwa anggota Polri dalam memberikan perlindungan, Pengayoman dan Pelayanan kepada masyarakat sangat dekat dengan hal-hal yang membahayakan dirinya, dengan tuntutan dinamika pertumbuhan pengetahuan dari masyarakat.

Saat ini sangat terasa semakin hari semakin banyak aksi kriminalitas dan kehajatan yang terjadi, yang dapat menimbulkan bahaya yang tidak terduga-duga, sesuai dengan berkembangnya perekonomian di Indonseia yang semakin sulit dapat menimbulkan orang berbuat kejahatan dimana-mana.

Diiwajibkan bagi anggota Polri harus terus berupaya meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan diri dan masyarakat yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan terus berlatih bela diri yang memang sudah dilakukan oleh anggota Polri dari masa pendidikan sampai sesudah menjadi anggota Polri.

Dengan memiliki ketrampilan dan kemampuan beladiri setiap anggota Polri dapat diandalkan di lapangan dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam situasi apapun juga. Termaksud menghindari jatuhnya korban pada anggota Polri sendiri karena tidak memiliki kemampuan beladiri.

Penulis : Abu Uwais

Editor :Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password