Mapping Hotspot, Team Mabes Polri Latihkan Alat ini

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sumsel / Polres Lubuklinggau, Masalah pembakaran hutan dan lahan (karhutlah) tampaknya menjadi perhatian serius pemerintah menjelang musim kemarau tahun 2017 ini, terjadinya karhutlah setiap tahun menjadi isue Internasinal yang harus ditangani secara terpadu. Dampak yang ditimbukan mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat, terutama masalah kesehatan seperti infekai saluran pernafasan akut (ISPA), terganggunya kegiatan perekonomian dan transportasi yang lebih parahnya lagi rusaknya ekosistem.

Perlunya kesigapan aparatur pemerintah untuk menangani karhutlah secara komperhensif. Sesuai dengan Intruksi Preiden RI untuk membuat tim terpadu yang bersinergi dalam menangani karhutlah.

Polri sebagai aparat penegakan hukum yang akan menyidik kasus karhutlah harus membekali diri, untuk itu diadakan “Pelatihan Penyidikan Dan Mapping TKP Hot Spot Karhutlah” seperti yang diadakan di Polres Lubuklinggau Jumat lalu (31/3).

Pelatihan ini di ikuti oleh 4 Polres antara lain Polres Lubuklinggau, Musi Rawas, Empat Lawang dan Musi Banyuasin dengan melibatkan instruktur dari Mabes Polri. Peserta diajarkan bagaimana cara mapping TKP Hot Spot dengan penggunaan Gps yang berbasis android sehingga mempermudah penegak hukum untuk menentukan TKP hot spot. ” Tidak seperti tahun – tahun kemarin, mencari TKP hot pot secara manual ” ujar salah satu peserta peserta pelatihan.

Baca Juga Mapping Hotspot, Polda Sumsel Gunakan Alat ini

Seperti yang dikatakan  AKBP Harjianto Kartiko instruktur dari Mabes Polri, program Polri dalam penanganan karutlah di anataranya membentuk posko crisis center baik di tingkat mabes maupun di tingkat daerah supaya mempermudah dalam penanganan karhutlah, tentunya Polri tidak bekerja sendiri ada unsur terkait dan elemen masyarakat didalamnya diantaranya TNI, BMKG , BNPB, LAPAN, BASARNAS, LITBANG, PEMDA, perusahaan dan masyarakat.

” Untuk penangannaya dikedepankan fungsi pencegahan sedangkan untuk penegakan hukumnya adalah alternatif terakhir ” ujar AKBP. Harjianto

Mengapa platihan ini diadakan di Polda Sumatera Selatan? Karena Sumatera Selatan termasuk tujuh provinsi di Indonesia yang menjadi prioritas penanganan karhutlah. Kita akan ke Polda yang lain untuk melaksanakan pelatihan seperti ini juga, pungkasnya

Penulis : Ermi

Editor   : Umi Fadila

Publish : Yulius

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password