Pelatihan Keterampilan Dasar Penanganan Korban Laka Lantas di Polres Bantul

tribratanews.polri.go.id – JOGJA – Unit Laka Satlantas Polres Bantul menggelar “Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas” di aula Polres Bantul, Kamis, 30 Maret 2017.

Pelatihan yang digelar dengan bekerjasama dengan Akper Notokusumo Yogyakarta ini dikuti oleh anggota Sat Lantas Polres Bantul dan Polsek Jajaran, masyarakat peduli lalu lintas seperti Senkom, IKKJ, Combat serta perwakilan dari Patroli Keamanan Sekolah (PKS).

Kanit Laka Sat Lantas Polres Bantul Ipda Mulyanto, SH. saat membuka acara pelatihan mengatakan, selain untuk menjalin sinergitas dengan komunitas masyarakat peduli lalu lintas, tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anggota Polisi Lalu Lintas dan masyarakat peduli lalu lintas dalam menangani korban kecelakaan lalu lintas.

“Selain itu juga untuk meminimalisir angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Ditambahkannya, salah satu materi yang disampaikan adalah materi tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Basic Life Support. Menurut Ipda Mulyanto, seorang anggota Polisi yang bertugas di jalan raya atau masyarakat peduli lalu lintas yang sering membantu tugas polisi, sudah seharusnya memiliki kemampuan berstandar internasional.

“Karena apabila ada kecelakaan lalu lintas, yang pertama kali dicari adalah Polisi. Bagaimana Polisi bisa memberikan pertolongan pertama pada korban, bila dirinya tak memiliki keterampilan?” katanya.

”Seorang Polisi harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan Basic Life Support saat bertugas. Kepada seluruh peserta pelatihan, saya minta agar bersungguh-sungguh menyimak dan mendengarkan materi yang disampaikan agar memperoleh ilmu yang bermanfaat saat bertugas di lapangan,” tandasnya.

Materi tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Basic Life Support disampaikan oleh Eri Yanuar Akhmad Budi Sunaryo, S.Kep, Ns, M.N.Sc (IC), Dosen Keperawatan Gawat Darurat dan Kekritisan PSIK FK UGM.

Dalam materinya, Eri Yanuar menyampaikan pentingnya first responder atau orang yang pertama kali menemukan korban baik itu tenaga medis ataupun tenaga non medis untuk menolongnya  dengan melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Basic Life Support.

Dijelaskannya, apabila mendapati korban yang tak sadarkan diri, pertolongan pertama dapat dilakukan dengan memompa dada korban atau memberikan nafas buatan. Dalam kesempatan tersebut juga dipraktekkan cara memompa dada dan pemberian nafas buatan secara mouth to mouth yang benar kepada korban.

Secara khusus, Eri Yanuar menggarisbawahi, pentingnya memperhatikan keselamatan leher korban saat mengangkat atau memindahkan korban kecelakaan lalu lintas dalam proses pemberian pertolongan pertama karena dapat menyebabkan hal yang fatal. “Harus diusahakan agar leher korban tidak bergerak saat dipindahkan,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua oleh Kaprodi Akper Notokusumo Yogyakarta Septiana Fathonah, S.Kep, Ns, M.N.Sc.

penulis: humas polres bantul

editor: umi fadilah

publish: mfajar

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password