Kapolres Luwu Kerahkan Puluhan Personel Membersihkan Jalan yang Tertutup Material Longsor

Tribratanews.polri.go.id – Luwu Sulsel, Kapolres Luwu Akbp Akhmad Yanuari Insan.S.Ik. M.Si didampingi Wakapolres Luwu Kompol Abraham Tahalele dan Kabag Ops Polres Luwu Kompol Herman Paral.SH.MH mengerahkan sepertiga kekuatan personel Polres Luwu dan masyarakat Desa Kadundung serta Desa Ranteballa Kec. Latimojong Kab. Luwu, Kamis (30/3/17) untuk gotong royong massal membuka akses jalan dari Kadundung menuju desa Ulusalu serta jalan dari Desa Rantebala menuju ke Desa Tabang yang tertup material tanah, bebatuan dan pepohonan akibat longsong pada 2 hari lalu.

Gotong royong membuka jalur jalan dari Kadundung menuju desa Ulusalu Kec. Latimojong dipimpin oleh Kapolres Luwu, sedangkan jalan dari Desa Rantebala menuju ke Desa Tabang Kec. Latimojong Kab. Luwu dipimpin oleh Wakapolres Luwu.

Selain mengerahkan tenaga manusia secara manual dengan peralatan Cangkul, parang dan chain Saw, gotong royong massal ini juga menggunakan alat berat milik Pemda Kab. Luwu untuk membuka jalan yang tetimbun material longsor cukup banyak,

Gotong royong massal dimuai jam 08.00 wita, dan berakhir jam 15,00 wita, kegiatan dihentikan karena hujan, dan akan dilajutkan esok hari oleh Personel Polsek Bastem dan masyarakat setempat.

Dua jalur jalan di Kec. Latimojong telah terbuka dan dapat dilalui oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4, namun harus berhati-hati, mengingat material jalan belum keras.

Kepada masyarakat pengguna jalan dari dan ke Desa Ulusalu Kec. Latimojong, serta Jalan dari Desa Rantebala ke Desa Tabang Kec. Bastem, dihimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana tanah longsor susulan, mengingat sampai saat ini curah hujan masih cukup tinggi di daerah tersebut.

Dalam konferensi pers Kapolres Luwu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa dan Camat serta masyarakat Desa Kadundung dan Desa Rantebala Kec. Latimojong Kab. Luwu, yang telah bersama-sama bergotong royong membuka jalan yang tertimbun tanah lonsor.

“Terima kasih juga kepada Pemda Luwu yang telah meminjamkan alat berat (exapator), kepada Bhabinsa TNI yang telah membantu mengkoordinasikan kegiatan, dan terakhir Kapolres Luwumenyatakan bahwa kegiatan yang kami (Kepolisian) lakukan adalah murni Kegiatan Kemanusian, untuk mememecahkan masalah dan membantu kesulitan masyarakat,” tegasnya.

Istilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Gotong berarti pikul atau angkat, sedangkan royong berarti bersama-sama. Sehingga jika diartikan secara harafiah, gotong royong berarti mengangkat secara bersama-sama atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama. Gotong royong dapat dipahami pula sebagai bentuk partisipasi aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai positif dari setiap obyek, permasalahan, atau kebutuhan orang-orang di sekelilingnya. Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan, sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan.

Menurut Koentjaraningrat budaya gotong royong yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yakni gotong royong tolong menolong dan gotong royong kerja bakti. Budaya gotong royong tolong menolong terjadi pada aktivitas pertanian, kegiatan sekitar rumah tangga, kegiatan pesta, kegiatan perayaan, dan pada peristiwa bencana atau kematian. Sedangkan budaya gotong royong kerja bakti biasanya dilakukan untuk mengerjakan sesuatu hal yang sifatnya untuk kepentingan umum, entah yang terjadi atas inisiatif warga atau gotong royong yang dipaksakan.

Dalam perspektif sosiologi budaya, nilai gotong royong adalah semangat yang diwujudkan dalam bentuk perilaku atau tindakan individu yang dilakukan tanpa mengharap balasan untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama demi kepentingan bersama atau individu tertentu. Gotong royong menjadikan kehidupan manusia Indonesia lebih berdaya dan sejahtera. Dengan gotong royong, berbagai permasalahan kehidupan bersama bisa terpecahkan secara mudah dan murah, demikian halnya dengan kegiatan pembangunan masyarakat.

Nilai-nilai positif dalam gotong royong antara lain:

  1. Kebersamaan

Gotong royong mencerminkan kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat. Dengan gotong royong, masyarakat mau bekerja secara bersama-sama untuk membantu orang lain atau untuk membangun fasilitas yang bisa dimanfaatkan bersama.

  1. Persatuan

Kebersamaan yang terjalin dalam gotong royong sekaligus melahirkan persatuan antar anggota masyarakat. Dengan persatuan yang ada, masyakarat menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi permasalahan yang muncul.

  1. Rela berkorban

Gotong royong mengajari setiap orang untuk rela berkorban. Pengorbanan tersebut dapat berbentuk apapun, mulai dari berkorban waktu, tenaga, pemikiran, hingga uang. Semua pengorbanan tersebut dilakukan demi kepentingan bersama. Masyarakat rela mengesampingkan kebutuhan pribadinya untuk memenuhi kebutuhan bersama.

  1. Tolong menolong

Gotong royong membuat masyarakat saling bahu-membahu untuk menolong satu sama lain. Sekecil apapun kontribusi seseorang dalam gotong royong, selalu dapat memberikan pertolongan dan manfaat untuk orang lain.

  1. Sosialisasi

Di era modern, kehidupan masyarakat cenderung individualis. Gotong royong dapat membuat manusia kembali sadar jika dirinya adalah maskhluk sosial. Gotong royong membuat masyarakat saling mengenal satu sama lain sehingga proses sosialisasi dapat terus terjaga keberlangsungannya.

Penulis : Abd Rahman

Editor : Umi Fadilah

Publish: Abd Rahman

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password