Cegah Peredaran Narkoba, Wakapolres Sinjai Berikan Penyuluhan Narkoba di Pelosok Desa

Tribratanews.polri.go.id –Sinjai Sulsel, Waka Polres Sinjai Komisaris Polisi H. Abd. Rauf, S.Sos.,M.M selaku kepala pelaksana harian (Kalakhar) BNK kab. sinjai didampingi oleh Kasat Narkoba Polres Sinjai Ajun Komisaris Polisi (AKP)  Burhan, S.H memberikan memberikan penyuluhan Narkoba kepada warga masyarakat Desa Kanrung di Balai Kantor Desa Kanrung, Kec. Sinjai Tengah, Kab. Sinjai, Kamis (30/03).

Hadiri dalam kegiatan ini sekretaris kecamatan sinjai tengah Jufri S.Sos, kepala puskesmas lappadata A. Asrul S.KM, kepala desa kanrung Buhari Hamid, babinsa desa kanrung Kopda M. Safril, Bhabinkamtibmas desa kanrung Brigpol Irsan Idmas, para kepala dusun se desa kanrung, dan tokoh pemuda, tokoh masyarakat, para pelajar dan lembaga pemuda produktif Caile Melingkar (LPP-CM) desa kanrung, serta warga masyarakat desa kanrung.

Waka Polres Sinjai memperkenalkan kepada para warga masyarakat desa kanrung jenis- jenis Narkoba dan dampak pengaruh Narkoba terhadap kesehatan serta ancaman hukuman bagi para pemakai dan pengedar Narkoba, serta mengajak para warga untuk hidup sehat tanpa Narkoba.

“Jauhi Narkoba, jangan sekali-kali berkeinginan untuk mencoba, karena Narkoba akan menghancurkan masa depan kita, jaga diri dan keluarga kita dari penyalahgunaan Narkotika, mari hidup sehat tanpa narkoba,” ajak Kompol H. Abd. Rauf.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Sinjai Ajun Komisaris Polisi (AKP) Burhan, S.H menjelaskan bahaya dampak penyalahgunaan narkoba sangat fatal, bahkan hingga berujung kematian. Olehnya, seluruh warga dan pelajar yang merupakan generasi muda bangsa ini dapat menghindari penyalahgunaan narkoba.

“Bahaya narkoba dampaknya bisa sampai ke masalah sosial dan ekonomi, karena narkoba harganya mahal. Dan bila seseorang telah menggunakan narkoba maka dia akan kecanduan, jadi mau tidak mau dia pasti beli,” tegas Akp Burhan.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah polres sinjai bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) sinjai dalam pencegahan untuk mencegah tindak penyalahgunaan Narkotika masuk ke pelosok desa, wilayah kabupaten sinjai.

Dengan mengetahuinya dampak dan pengaruh narkoba dari sisi kesehatan dan hukuman yang diberikan kepada para pengedar maupun pemakai narkoba, dengan harapan agar para warga masyarakat desa Kanrung terselamatkan dari ancaman bahaya penyalahgunaan Narkotika yang akan menghancurkan masa depan dan kehidupan mereka.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas.

Sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.

Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan tak jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan narkoba. Penderita ketergantungan obat-obatan terlarang atau kini umumnya berusia 15-24 tahun. Kebanyakan mereka masih aktif di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, atau Perguruan Tinggi. Bahkan, ada pula yang masih duduk di bangku di Sekolah Dasar.

Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP, karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Didorong pula oleh rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba, mereka mnerima bujukan tersebut. Selanjutnya akan dengan mudahnya untuk dipengaruhi menggunakan lagi, yang pada akhirnya menyandu obat-obatan terlarang dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang.

Narkoba atau napza adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan. Jika diminum, diisap, dihirup, ditelan, atau disuntikam, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan kertergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat atau menurun). Demikian pula dengan fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain).

Narkoba Jika diisap, atau dihirup, zat diserap masuk ke dalam pembuluh darah melalui saluran hidung dan paru-paru. Jika zat disuntikan, langsung masuk ke aliran darah. Darah membawa zat itu ke otak. Narkoba (narkotik, psikotropika, dan obat terlarang) adalah istilah penegak hukum dan masyarakat. Narkoba disebut berbahaya, karena bahan yang tidak aman digunakan atau membahayakan dan penggunaannya bertentangan dengan hukum atau melanggar hukum.

Oleh  karena itu, penggunaan, pembuatan, dan peredarannya diatur dalam undang-undang. Barang siapa yang menggunakan dan mengedarkannya di luar ketentuan hukum, dikenai sanksi pidana penjara dan hukuman denda.

Napza (narkoba, psikotropika, zat akdiktif lain) adalah istilah dalam dunia kedokteran. Di sini penekanannya pada pengaruh ketergantungannya. Oleh karena itu, selain narkotika dan psikotropika, yang termasuk napza adalah juga obat, bahan atau zat, yang tidak diatur dalam undang-undang, tetapi menimbulkan ketergantungan, dan sering disalahgunakan.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

Publish: Abu Uwais

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password