Polisi Berhasil Mengamankan Pelaku Diduga Menimbun BBM Ilegal

Tribratanews.polri.go.id – Polres Way Kanan, melakukan kegiatan expose atas kasus penyimpanan minyak bumi atau BBM (bahan bakar minyak) sulingan berjenis premium tanpa izin usaha penyimpanan, Rabu (29/3).

Kepolisian resor way kanan AKBP Yudy Chandra Erlianto, S.Ik., M.H melalui Kasat reskrim AKP Sugandhi Satria N. S.Ip, menerangkan bahwa unit tipidter (tindak pidana tertentu) dipimpin kanit tipidter IPDA Anang Mustaqim, S. TK bersama tekab 308  berhasil mengamankan pelaku dengan identitas tersangka RH (50) warga kampung tiuh balak pasar kecamatan baradatu kabupaten way kanan.

Uraian Kejadian bermula berdasarkan laporan informasi  masyarakat pada tanggal 28 maret 2017 tim melakukan penyelidikan bahwa digudang kampung tiuh balak pasar kecamatan baradatu kabupaten way kanan milik pelaku RH  kerap menyimpang minyak bumi tanpa izin usaha penyimpanan dan izin usaha niaga.

WhatsApp Image 2017-03-29 at 13.37.09 (3)

Selanjutnya sekira jam 18.30 wib pada tanggal 28 maret 2017 hasil penyelidikan tim gabungan mendapat hasil saat melakukan penyergapan dirumah pelaku RH dan melakukan penggeledahan mendapati 88 (delapan puluh) diregen dan 10 (sepuluh) drum berisi minyak bumi (minyak mentah) dengan total keseluruhan 4796 lite , ditanyakan izin usaha penyimpanan dan izin usaha niaga pelaku tidak dapat menunjukan dokumen atau surat izin yang resmi yang dikeluarkan oleh Menteri ESDM akhirnya Pelaku tak bisa berbuat apa-apa saat penangkapan dilakukan selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke unit tipidter polres way kanan guna pemerikasaan lebih lanjut.

Sementara itu, Kasat reskrim menambahan dari keterangan pelaku mengakui pemasok minyak bumi illegal, ia dapat dari pemasok wilayah kecamatan sekayu kabupaten musi banyuasin prov.sumatera selatan dan diniagakan diwilayah baradatu kab. Way kanan melakukan bisnis ilegal ini sudah  berjalan selama satu tahun. Dari Keungtungan perliter pelaku mendapatkan 300 rupiah dari harga dibawah standar dibeli Rp.5.200,- dan dijual kepembeli sebesar Rp. 5.500,-. ”Pelaku melanggar pasal 55 53 huruf C dan D UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang migas,“ tambahnya.

Penulis : Adi Pranoto W.

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Oto Adi

0 Comments

  • A Reply

    June 8, 2017 at 10:09

    Hmmm Ipda Anang mustakim mengagumkaaann 😍

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password