Polda Sulsel Kembali Bongkar Peredaran Kosmetik Ilegal

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Aparat Satuan Reserse Kriminal Khusus(Satreskrimsus) Subdit I Polda Sulsel menggelar Press Release penggerebekan pengedaran kosmetik ilegal rumahan , merek AS MAGIC, yang berada di Jl. Daeng Tata Raya Kompleks Hartako Indah Blok 2 C. No.11 Tamalate Makassar.

Dari penggrebekan itu, polisi mengamankan ribuan kosmetik siap edar,  tanpa izin dari BPOM, kosmetik tersebut dipastikan mengandung bahan berbahaya, dan melanggar izin edar serta kewenangan melakukan praktek kefarmasian, yang diatur dalam pasal 196 dan 197 UU RI, Nomor 36, tahun 1999 tentang kesehatan.

Dari hasil penyelidikan, Kosmetik tersebut diracik sendiri oleh pemiliknya AM dan dibantu 3 orang karyawannya, dan peracikan kosmetik tersebut sudah berlangsung selama setahun, sementara itu tempat usaha  yang dipergunakan berupa ruko yaitu lantai 1 sebagai Lesehan Bebek PALEKKO, dan lantai 2 dijadikan tempat racikan kosmetik.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, penangkapan ini berawal dari informasi warga yang mengetahui adanya penjualan kosmetik ilegal di ruko tersebut, Tim Subdit I dipimpin AKBP Amiruddin, SH, saat terjadi transaksi dengan konsumen.

Setelah beberapa pekan dilakukan penyelidikan, pihaknya pun berhasil menangkap seorang tersangka berikut barang bukti kosmetik ilegal tersebut.

“Kita masih terus lakukan pengembangan untuk mengungkap beberapa pelaku,” kata Amiruddin. Menurut AKBP Amiruddin   Kosmetik AS MAGIC ini, diedarkan di Makassar, dan luar Makassar, sistem penjualannya, ada  dijual langsung,  dan ada pula dipasarkan secara ON LINE,” tegasnya.

Berbagai jenis kosmetik, yang diamankan diantaranya, pot serum, pot glow, cream malam, lulur ASMAGIC, shea butter, glucose, ultra sless, alfa arbutin, dan berbagai jenis lainnya.

Produk Kosmetik saat ini sudah menjadi kebutuhan manusia baik pria maupun wanita, tetapi tidak serta merta setiap produk kosmetik membawa dampak yang baik bagi setiap konsumen, hal ini tentunya dikarenakan banyaknya produk-produk kosmetik yang illegal. Dampak positif merupakan hal yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kemaslahatan kehidupan manusia, termasuk di Negara Indonesia sebagai Negara berkembang, yang mana hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini di ramu dalam berbagai bentuk dan konsekuensinya sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dampak negatif dari peredaran kosmetik illegal harus di berikan solusinya karena hal tersebut dapat mengakibatkan kerugian bagi setiap konsumen baik dalam bidang ekonomi maupun kesehatan.

Peredaran kosmetik yang tidak memenuhi persyaratan saat ini dilihat semakin mengkhawatirkan. Produk-produk kosmetik yang ada di pasar Indonesia saat ini banyak berasal dari produk impor yang tidak terdaftar dan yang tidak mencantumkan zat-zat yang terkandung didalamnya. Penjualan produk kecantikan baik di toko maupun melalui internet semakin mempermudah untuk mendapatkan produk tersebut.

Berbagai cara dilakukan oleh pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka, salah satunya dengan mencantumkan bahwa produk tersebut buatan luar negeri yang di impor langsung ke Indonesia, padahal senyatanya atas produk kosmetik tersebut tidak memiliki izin edar serta tidak adanya nomor registrasi dari BPOM membuat harga produk lebih murah. Beberapa perbedaan produk kecantikan illegal dengan produk kecantikan resmi yaitu tidak adanya nomor registrasi BPOM, tidak adanya label terjemahan bahan baku kosmetik dalam bahasa Indonesia, tidak adanya tanggal kadaluarsa produk.

Produk kosmetik illegal sangat di khawatirkan beredar di pasaran karena mengandung bahan berbahaya dan zat warna yang dilarang digunakan dalam kosmetik yaitu merkuri (Hg), asam retinoat (Retinoic Acid), zat warna rhodamin (Merah K.10) dan merah K.3. Merkuri (Hg) / Air Raksa termasuk logam berat berbahaya, yang dalam konsentrasi kecil saja dapat bersifat racun. Pemakaian Merkuri (Hg) dapat menimbulkan berbagai hal, mulai dari perubahan warna kulit, yang akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan syaraf, otak, ginjal dan ganguan perkembangan janin, bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi dapat menyebabkan diare muntah-muntah, kerusakan ginjal, bahkan dapat menyebabkan kanker. Bahaya penggunaan asam retinoat dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, teratogenik (cacat pada janin). Bahan pewarna merah K.1O dan Merah K.3 merupakan zat warna sintetis yang umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstif atau tinta. Zat warna ini merupakan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker.

Produk kecantikan yang dapat dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia untuk di edarkan adalah kosmetika yang telah memiliki izin edar. Produk kecantikan atau kosmetik yang di produksi dan/atau diedarkan harus memenuhi persyaratan antara lain: Menggunakan bahan yang memenuhi standart dan persyaratan mutu serta persyaratan lain yang ditetapkan, di produksi dengan menggunakan cara pembuatan kosmetik yang baik, terdaftar pada dan mendapat izin edar dari BPOM.

Penulis : Apri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password