Kapolres Sidrap Pimpin Upacara Pemakaman di Tengah Guyuran Hujan

Tribratanews.polri.go.id – Sidrap Sulsel, Kapolres Sidrap AKBP M. Anggi Naulifar Siregar, SIK, M. Si memimpin upacara pemakaman anggotanya di tengah guyuran hujan deras.

Upacara pemakaman almarhum AKBP Drs. H. Djoko Pitoyo, SH, MH digelar di pekuburan jerra’e Desa Allakuang Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap, Minggu (26/3/2017) Siang.

Meski diguyur hujan yang cukup deras, Anggi sapaan Kapolres Sidrap nampak tetap bersemangat dan tak gentar menjalankan tugasnya sebagai inspektur upacara (irup).

Pantauan tribratanews, upacara pemakaman mantan Kapolsek Panca rijang tersebut, Kapolres memimpin upacara tanpa dipayungi oleh ajudannya.

Upacara pemakaman juga tampak terlihat khidmat dan syahdu, pemakaman yang dilakukan secara kedinasan tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat teras Polda Sulsel, mengingat almarhum terakhir berdinas di bidang hukum (bidkum) Polda Sulsel.

Diawali pembacaan biodata singkat almarhum, sejumlah personil Polres Sidrap tampak terharu dan beberapa keluarga yang ikut mengantar terlihat meneteskan air mata .

Suasana dingin dan gerimis tak menyurutkan Anggi untuk tetap berdiri tegak memimpin seluruh rangkaian prosesi pemakaman almarhum yang semasa hidupnya dikenal sebagai polisi yang tegas, disiplin dan humanis tersebut.

Seperti diketahui almarhum meninggal dunia di rumah sakit siloam makassar karena sakit, Sabtu (25/3) Siang kemarin

Menurut kabar, alamarhum yang meninggalkan seorang istri, tiga orang anak dan dua orang cucu tersebut meninggal akibat gagal jantung.

Kematian AKBP Djoko Pitoyo mengingatkan kita bahwa kematian itu tak bisa dihindari, tidak mungkin ada yang bisa lari darinya. Namun seribu sayang, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.

Kata Umar bin Abdul Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi)

Ingatlah tak mungkin seorang pun lari dari kematian.

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumuah: 8).

Harus diyakini kematian tak bisa dihindari.

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa: 78).

Semua pun tahu tidak ada manusia yang kekal abadi.

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya: 34).

Yang pasti Allah yang kekal abadi.

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).

Lalu setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Quran Al Azhim, 3: 163).

Jadilah mukmin yang cerdas.

Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password