Empat Pelaku Curas Berhasil Diamankan Sat Reskrim Polres Sinjai

Tribratanews.polri.go.id – Sulsel Sinjai – Kepolisian Resort Sinjai kembali menorehkan prestasi melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) dalam pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di wilayah Kab. Sinjai.

Pengungkapan ini hanya berselang beberapa jam setelah kejadian yang menimpa korban saat hendak santai disalah satu swalayan yang ada di jalan Jend. Sudirman, Minggu pagi (26/03).

Kasat Reskrim Akp Sardan, SE saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan pelaku curas, “ini merupakan kerjasama tim dalam pengungkapan kasus tersebut,” ucapnya.

“Awalnya kita sudah kantongi ciri – ciri pelaku dari hasil introgasi korban dan rekaman CCTV milik Swalayan, dimana terlihat jelas pelaku melayangkan senjata tajam berupa parang di wajah korban, kemudian dilakukan pengembangan hingga kita ketahui indentitas pasti pelaku, hingga akhirnya Tim berhasil membekuk empat pelaku,” Senin pagi (27/03). Pangkas Perwira kelahiran blora tersebut.

Tidak hanya pelaku utama yang berhasil diamankan menurutnya ada satu pelaku yang diduga sebagai penadah. “kita amankan tiga pelaku utama diantaranya RH (18), IM (20) dan AD (17) serta satu pelaku yang diduga membantu dan juga sebagai penadah yakni IR (20),” tambah Akp Sardan.

Dipihak lain penyidik yang menangani langsung kasus tersebut Ipda Syamsul Bahri, SH saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan jika ke tiga pelaku tersebut akan sangkakan pasal 365 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan satunya pasal 480 KUHP tentang penadahan.

Kriminalitas yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur di Indonesia disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya pergaulan yang kebablasan, tekanan ekonomi, kepadatan lalu lintas, pertumbuhan penduduk yang tinggi, serta mudahnya mendapatkan barang terlarang seperti narkotika dan psikotropika. Dan kita dapat melihat bahwa faktor biologis dalam kasus ini yaitu berasal dari hakekat manusia (anak-anak) sendiri yaitu manusia adalah makhluk biologis yang membutuhkan pangan.

Faktor psikologis di kasus ini yaitu faktor yang timbul dari dalam diri anak-anak itu sendiri yang ingin bergaul dengan orang lain sampai-sampai kebablasan. Lalu dilihat dari Faktor ekonomis yaitu tekanan ekonomi yang di alami anak-anak itu yang mayoritasnya adalah dari keluarga yang mengalami kemiskinan. Lalu dilihat dari Faktor sosiologis yang mencakup tentang faktor sosial yaitu pertumbuhan penduduk yang tinggi yang menimbulkan kepadatan lalu lintas, sehingga hal ini dianggap menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan kejahatan.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

Admin Polri56290 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password