3 Tambang Emas Ilegal, Kembali Ditangkap Polda Kalbar

Tribratanews.polri.go.id, Polda Kalbar – Berselang satu hari setelah mengamankan 6 lokasi Tambang emas ilegal, Polda Kalbar melalui Polres Singkawang, Polres Kapuashulu, dan Polres Landak kembali mengamankan tiga lokasi Pertambangan Tanpa Ijin (PETI), Minggu 26/3/2017.

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen (Pol) Drs. Musyafak, SH, MM, mengatakan Pertambangan Tanpa Ijin (PETI) ini memang menjadi momok dan permasalahan sejak dulu di Kalbar, karena dampaknya menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Perlu segera diberikan kebijakan pencegahan oleh Pemerintah Daerah, karena terkait faktor ekonomi, kemiskinan, rendahnya ketersediaan lapangan pekerjaan di daerah.

Kapolda mengapresiasi kinerja Polres dalam melakukan langkah penertiban PETI, Hukum harus di tegakkan, “bukan pekerja lapangan dan pendulang saja yang akan di proses, tetapi pengusaha, penampung dan pemodal yang membeli hasil tambang kita proses juga,” tegasnya.

Lihat juga:  http://tribratanews.polri.go.id/?p=111546

Sementara itu, kegiatan penertiban dilakukan pada hari ini, Minggu 26 Maret 2017 oleh 3 (tiga) Polres.

IMG_9090 pertama – Polres Singkawang, Kapolres Singkawang AKBP Sandy Alfadien Mustofa, menurunkan dua team yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Singkawang Kompol I Nyoman Sarjana dan Kasat Sabhara didampingi oleh Kasat Intelkam, KBO Sat Reskrim, Kapolsek Singkawang Selatan, Kapolsek Singkawang Timur dan kekuatan 90 personil menuju lokasi PETI menggunakan Truk Dalmas dan 15 Unit Motor Raimas.

Pukul 08.35 Wib berangkat menuju ke lokasi PETI, 1 (satu) regu dipimpin oleh Kasat Sabhara menuju ke lokasi PETI Taisan 1 Daerah Pasiran Kel. Sagatani Kec. Singkawang Selatan, dan 1 (Satu) regu lainnya menuju ke SAN GO KU perbatasan Kel. Sagatani Kec. Singkawang Selatan Kec. monterado kab. Bengkayang dimana daerah tersebut merupakan daerah sengketa wilayah antara Kab. Bengkayang dan Kota Singkawang, tiba dilokasi pada pukul 10.00 Wib dan kemudian melakukan penegakan hukum, “ujarnya.

IMG_9089Setibanya dilokasi ditemukan aktifitas bekas pertambangan dengan ditemukannya peralatan pertambangan, mesin pompa air, kompresor, alat pendulang, selang, paralon dan sebagainya, namun para pelaku tidak berada ditempat sudah melarikan diri.

Terdapat dua pelaku yang tidak sempat melarikan diri yaitu Karyawan Dompeng dan tukang jaga pondok dekat mesin dulang.

Barang Bukti yang berhasil diamankan 1 Unit mesin Diesel, 3 (tiga) buah mesin pom sedot, 4 (tiga) unit sepeda motor jenis bebek tanpa surat dan nomor polisi, 1 (satu) buah ken solar, 1 (satu) buah Paralon, 1 (satu) buah selang, 2 (dua) buah Aki merk G Force.

Selanjutnya diduga pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Singkawang untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

Terhadap para pelaku pertambangan dapat dikenakan pasal Tindak Pidana PETI (Pertambangan Tanpa Izin) sebagaimana dimaksud pasal 158 UU RI No. 04 Tahun 2009 tentang Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 2 ayat (2) huruf C Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang pelaksanaan kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, “tegasnya.

IMG_9092Kedua – Polres Kapuashulu menurunkan 65 personel sebagai team penindakan dan penertiban pertambangan tanpa ijin yang dipimpin langsung Kabag Ops Polres Kapuashulu Kompol Joko Sarwono, setelah diberi arahan team berangkat menuju kesasaran di Dusun Penembur Desa Teluk Geruguk Kec. Boyan Tanjung Kab. Kapuashulu.

Setelah team tiba di lokasi pertambangan kemudian menemukan alat yang diduga digunakan untuk melakukan penambangan tanpa izin sementara untuk pemilik dan penambangnya sudah tidak ada di tempat, kemudian team menanyakan kepada masyarakat sekitar Lokasi, akan tetapi warga yang ada sekitar lokasi tidak ada yang tau siapa pemilik dan siapa saja yg bekerja di tempat tersebut, “ungkap Kapolres Kapuashulu AKBP Sudarmin.

IMG_9098Berkaitan dengan kegiatan penindakan, Kabag Ops langsung berkoordinasi dengan kepala desa dan bersama-sama dengan Kades melakukan pembakaran dan pembongkaran terhadap bangunan tempat penambangan PETI, di samping itu juga Kabag Ops memberikan pemahaman dan arahan kepada Kades dan Masyarakat sekitar lokasi tentang bahaya dan larangan PETI.

Sementara dari kegiatan tersebut, berhasil diamankan barang bukti yang diduga digunakan untuk lakukan penambangan illegal, berupa 1 (satu) buah pipa selang spiral besar warna biru, 2 (dua) batang paralon warna putih, 1 (satu) buah mesin dompeng, 1 (satu) buah kepala pom besi bengkok, 3 (tiga) buah keset dan 1 (buah) buah drigen ukuran 20 liter, “ujarnya.

IMG_9095Ketiga – Polres Landak, melakukan penertiban kegiatan pertambangan emas tanpa ijin di desa Pahokng Kecamatan Mempawah Hulu oleh personel Polsek Mempawah Hulu dipimpin oleh Kapolsek Mempawah Hulu dan 8 anggota serta dibantu oleh Kades dan Masyarakat Desa Pahokng.

PETI tersebut berada di aliran Sungai Dusun Bawat Desa Pahokng Kec. Mempawah Hulu dan Pada saat dilakukan penertiban para pelaku Peti sudah melarikan diri dan meninggalkan semua peralatan penambangan, “ujar Kapolres Landak AKBP Wawan Kristyanto.

IMG_9096Hasil pengelidikan didapat Informasi sementara dari warga sekitar bahwa pemilik Dompeng tersebut warga Kab. Bengkayang, namun warga tersebut tidak mengetahui identitas lengkapnya dan para pekerja juga berasal dari Luar desa Pahokng.

Barang bukti yang berhasil diamankan, 1 (satu) unit mesin Dompeng merk Tianli warna biru muda, 1 (satu) set mesin kompresor merk Shark warna oranye, 1 (satu) unit mesin penghisap air dan pasir warna merah, 1 (satu) set Pompa air besar warna hijau, 1 (satu) buah paralon ukuran 8 inch warna putih, 2 (dua) buah selang spiral warna biru, 2 (dua) buah keset Kaki, 1 (satu) buah terpal warna biru, 3 (tiga) buah drum plastik warna biru, “pungkasnya.
Penulis: Cucu Safiyudin

Editor: Sugeng.hs / Umi Fadillah
Publish: Cucu Safiyudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password