Polres Luwu Utara Kerahkan Personel Amankan 1300 Umat Hindu yang Melaksanakan Melasti di Pantai Setan-setan

Tribratanews.polri.go.id – Luwu Utara Sulsel, Polres Luwu Utara bersama jajaran Polsek Mapedeceng mengamankan ritual melasti umat Hindu di Pantai Setan-Setan, Desa Bunga Didi, Kec. Tanalili, Kab. Luwu Utara dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939 (2017), Sabtu (25/3/17).

Sebanyak 37 orang personel Polres Luwu Utara bersama jajaran Polsek Mapedeceng terlibat langsung dalam pengawalan dan pengamanan ritual melasti.

Adapun jumlah rombongan diperkirakan sebanyak 1300 umat hindu dengan menggunakan 52 unit mobil dan sekitar 500an sepeda motor. Pengawalan dimulai pada pukul 08.00 Wita yang membawa rombongan berangkat ke Kec. Tanalili, Kab Lutra  untuk melaksanakan ibadah.

Melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu di Bali termasuk yang ada di Kabupaten Luwu Utara.

Upacara Melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Upacara ini dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut.

Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau dan laut dianggap sebagai air kehidupan (tirta amerta). Selain melakukan persembahyangan, upacara Melasti juga adalah pembersihan dan penyucian benda sakral milik pura pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya).

Benda-benda tersebut diarak dan diusung mengelilingi desa. Hal ini dimaksudkan untuk menyucikan desa. Dalam upacara ini, masyarakat dibentuk berkelompok ke sumber-sumber air seperti danau dan laut.

Satu kelompok berasal dari wilayah atau desa yang sama. Seluruh peserta mengenakan baju putih. Para pemangku berkeliling dan memercikan air suci kepada seluruh warga yang datang serta perangkat-perangkat peribadatan dan menebarkan asap dupa sebagai wujud mensucian.

Pelaksaaan upacara Melasti dilengkapi dengan berbagai sesajian sebagai simbol Trimurti 3 dewa dalam Agama Hindu, yaitu Wisnu, Siwa dan Brahma serta Jumpana, singgasana Dewa Brahma.

Untuk menyambut Hari Raya Nyepi, pelaksanaan upacara Melasti ini di bagi berdasarkan wilayah, di Ibukota provinsi dilakukan Upacara Tawur. Di tingkat kabupaten dilakukan upacara Panca Kelud. Di tingkat kecamatan dilakukan upacara Panca Sanak.

Di tingkat desa dilakukan upacara Panca Sata dan ditingkat banjar dilakukan upacara Ekasata sedangkan di masing-masing rumah tangga, upacara dilakukan di natar merajan (sanggah). Upacara ini dilaksanakan agar umat Hindu diberi kekuatan dalam melaksanakan Hari Raya Nyepi.

Penulis : Abd Rahman

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password