Kapolres Biak Numfor Pimpin Gelar Perkara Kasus Dugaan TPK Penyelewengan Dana BOS SMUN 1 Biak Papua

IMG_8609-864x576

Tribratanews.polri.go.id Papua, Polres Biak Numfor – Unit Tindak Pidana Korupsi Reserse Kriminal Polres Biak Numfor melakukan gelar perkara kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) penyelewengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) SMU Negeri 1 Biak Kota Papua Tahun Anggaran 2015 yang diduga dilakukan oleh NNB selaku Kepala Sekolah tahun 2015 yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor. Jum’at (24/3/2017)

Gelar perkara yang dilaksanakan di Aula Parama Satwika Polres Biak Numfor dipimpin langsung oleh Kapolres Biak Numfor AKBP. H. Hadi Wahyudi. SIK didampingi Kasat Reskrim AKP I Wayan Laba. SH yang dihadiri oleh Para Pejabat Utama dan para Perwira serta seluruh Personil Sat. Reskrim Polres Biak Numfor.

IMG_8598-864x576

Pada gelar perkara tersebut dilakukan pemaparan hasil penyelidikan oleh Kanit Tipikor Aipda Muntono. SH yang menyampaikan telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk 80 guru dan staf tata usaha SMU Negeri 1 Biak serta telah didapatkan dokumen pendukung.

“Dari hasil penyelidikan telah ditemukan beberapa kejanggalan diantaranya pada pertanggung jawaban penggunaan dana BOS semester I periode bulan Januari-Juni 2015 terdapat selisih pada pertanggung jawaban dan realisasi sekitar 204.825.850,- Rupiah. Sedangkan pada semester II periode Bulan Juli-Desember 2015 tidak ada pertanggung jawaban sama sekali sampai sekarang. “papar Kapolres.

IMG_8588-864x576

Disampaikan pula bahwa Kepala Sekolah bersama bendahara dan staf tata usaha telah melakukan pencairan dana BOS tahun anggaran 2015 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI melalui Direktorat Pembinaan SMA sebesar 1.606.200.000,- (satu milyar enam ratus enam juta dua ratus ribu rupiah).

Dalam kasus tersebut ditemukan penyelewengan dana BOS menurut penghitungan penyidik mendapatkan kerugian Negara diperkirakan sekitar 1.010.625.850,- (satu milyar sepuluh juta enam ratus dua puluh lima ribu delapan ratus lima puluh rupiah).

Kapolres menambahkan bahwa berdasarkan dari hasil gelar perkara, kasus tersebut telah dinaikkan statusnya dari tahap penyelidikan menjadi tahap penyidikan, serta akan dilakukan permintaan audit dari BPKP dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi tambahan untuk melengkapi proses penyidikan.

Penulis : Ruslan
Editor : Umi Fadilah
Publish : Ruslan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password