Safari Jumat Polda Kaltim: Kapolda Jadi Khatib Jumat di Masjid Al Azhar Islamic Center PPU

Tribratanews.polri.go.id, PENAJAM.- Safari Jumat Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs. Safaruddin bersama jajaran Pejabat Utama Polda Kaltim pada hari ini, Jumat (24/3/2017) dilakukan di Masjid Islamic Center PPU, Kalimantan Timur. Seperti biasanya, Kapolda menjadi khatib salat Jumat dengan membawakan tema seputar fenomena teknologi informasi khususnya penggunaan media sosial di masyarakat.

Di depan ratusan jamaah salat Jumat di Masjid Islamic Center PPU yang diberi nama Masjid Agung Al Azhar itu, Kapolda Kaltim selaku khatib  mengingatkan bahwa dalam Islam mengharuskan orang-orang muslim berperilaku dengan perasaan, dan hati yang bersih. Menjaga lisan, menjaga rahasia pribadi masing-masing, serta berakhlak mulia, terhadap diri dan seluruh umat mukmin di seluruh muka bumi ini.Seperti yang telah diingatkan Allah dalam Alquran, yakni Surat Al Hujarat  ayat 12 yang artinya: Hari orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari buruk sangka atau kecurigaan, karena  sebagian dari buruk sangka itu adalah dosa dan janganlan suka mencari-cari keburukan orang lain.

24-polda-safari-jumat-khatib2aPesan Alquran ini adalah jawaban dari fenomena yang hari ini sedang kita alami, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Kita memasuki era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Seolah-olah negara kita ini tanpa batas. Kita bisa berkomunikasi di bagian belahan dunia lain saat ini juga.

Melalui berbagai macam kemajuan teknologi, lanjut Kapolda, kita menggunakan handphone (HP), alat ekektronik, dan ada lagi kita bisa menggunakan media sosial yang sekarang ini lagi marak. Sekarang ini kita lagi senang-senangnya memakai media sosial.

“Dari kemajuan teknologi tersebut, melahirkan perilaku yang berubah. Perilaku kita senang menggujing orang, senang menghujat orang, senang mencela orang,” katanya.

Menurut Kapolda, kita kaget karena kita tidak pernah diajarkan orangtua bagaimana menghadapi media sosial itu.  Di sekolah juga kita tidak diajarkan. Yang seharusnya, kita harus menelaah, memikirkan itu dengan baik.

“Bahwa kemajuan teknologi ini seharusnya  tidak digunakan menghujat orang, tidak digunakan mencaci-maki orang, tidak digunakan menjelek-jelekan orang. Harusnya itu digunakan untuk bagaimana menyambung silaturahmi antara sesama manusia, antara sesama umat islam. Kita saling menghormati, tolong menolong, menyebarkan agama melalui agama sosial, mengajak sesama manusia untuk bebuat orang baik,” ujarnya.

Melalui media sosial itu, kata Kapolda, bukan mengajak untuk mencela orang, atau memprovokasi. Seperti yang saat ini terjadi.  “Jadi perilaku kita saat ini perilaku yang keliru. Kita harus membenarkan perilaku kita itu. Karena menggunjing itu menyebabkan rusaknya kehormatan seseorang. Merusak hati dan ketentraman masyarakat, serta menggangu keamanan dan ketertiban masyarkat,” tambahnya.

Penulis : Humas Polda Kaltim
Fotografer: Humas Polda Kaltim
Editor : Umi Fadilah
Publish : Humas Polda Kaltim

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password