Akibat Ujaran di Medsos Singgung Masyarakat Adat, Dua Warga Tolitoli Didenda Adat 1 Ekor Sapi

Tribratanews.polri.go.id – Polres Tolitoli, Sulteng, Pada tanggal 2 Februari 2017, salah seorang masyarakat Tolitoli memposting di salah satu grup facebook mengenai Nenek Moyang Kabupaten Tolitoli, dan dikomentari oleh kedua pria yakni BR dan MN dengan komentar yang membuat masyarakat Tolitoli resah.

Hingga pada tanggal 24 Maret 2017 pukul 15.26 WITA dilaksanakan prosesi adat mengenai kasus tersebut terhadap kedua terlapor.

IMG_9053-2073x1382[1]

Sebelumnya Rudi Bantilan telah melaporkan kasus ini ke Polres Tolitoli dengan Laporan Polisi, nomor LP / 75 / III / 2017 tanggal 5 Februari 2017, terkait penghinaan lewat media sosial, dengan korbannya adalah Lembaga Adat Tolitoli pada tanggal 3 Februari 2017.

Kasus ini telah ditangani oleh Sat Reskrim Polres Tolitoli, dan dilakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dan komunitas pecinta bahasa Tolitoli, akhirnya kasus ini diselesaikan secara adat dan disetujui oleh Komunitas Pecinta Bahasa Tolitoli dan Ketua Dewan Adat Tolitoli.

Prosesi adat mengenai penghinaan lewat media sosial ini dihadiri oleh Kapolres Tolitoli yang lama Akbp Faizal Ramadhani S.Sos SIK MH dan Kapolres Tolitoli yang baru Akbp M. Iqbal Alqudusy SH SIK, Ketua Dewan Adat Tolitoli, Komunitas Pecinta Bahasa Tolitoli, dan masyarakat Tolitoli.

Hasil dari prosesi adat, BR dan MN meminta maaf kepada masyarakat Tolitoli dan dikenakan sangsi adat 1 ekor Sapi.

IMG_9052-2073x1382[1]

Sementara itu, “Polres Tolitoli sangat mendukung proses penyelesaian perkara terkait beberapa permasalahan yang melibatkan warga, karena itu adalah bagian dari misi Polmas, peran serta aktif masyarakat sendiri lah yang mengetahui permasalahan dan solusi terbaiknya” kata Kapolres Tolitoli M. Iqbal dalam prosesi adat.

Informasi di media sosial tidak dibatasi oleh dimensi, dan menyebar dengan cepat, oleh karena itu, Kapolres Tolitoli menghimbau kepada masyarakat Tolitoli agar lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial.

Di akhir prosesi adat ini, kepala sapi yang menjadi tanggungan kedua terlapor di tanam di halaman Rumah Adat Tolitoli, dan dagingnya dibagikan ke yatim piatu dengan harapan agar permasalah ini ikut terkubur bersama dengan kepala sapi tersebut dan tidak terjadi lagi kasus seperti ini.(*)

Penulis : Hernawan Saputra

Editor : Umi Fadilah

Publish : Syahrul Ashar

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password