Peduli Petani, Polres Palopo Berikan Bantuan Traktor dan Pompa Air Kepada Kelompok Tani

Tribratanews.polri.go.id – Palopo Sulsel, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Palopo Ajun Komisaris Besar polisi (AKBP) Dudung Adijono memberikan bantuan 2 unit Traktor dan 1 unit pompa air kepada Kelompok Tani Gapoktan Mandiri Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Kamis (23/3/17) pagi.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Kelompok Tani Gapoktan Mandiri M.Habir. penyerahan ini disaksikan oleh Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Basri Asmawi bersama Penyuluh Pertanian Fatmawati serta Mantri Tani Ahmad Reski.

Pemberian traktor dan pompa air adalah bukti kepedulian Polres Palopo yang dipimpin AKBP Dudung Adijono kepada para petani agar lebih memudahkan para petani dalam bekerja yang.

Ditempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Gapoktan Mandiri Kelurahan Salubattang M. Habir mengaku sangat berterima kasih kepada Kapolres Palopo yang begitu peduli terhadap petani.

Seperti yang diketahui bahwa komoditas unggulan di sektor pertanian Kota Palopo adalah tanaman padi, sayur dan buah-buahan dengan luas areal per sektor 3.013 Ha, komoditas tersebut terdiri dari :

  • Kakao dengan produksi rata-rata sebesar 1881.48 ton/tahun
  • Cengkeh dengan produksi rata-rata sebesar 387.86 ton/tahun
  • Kemiri dengan produksi rata-rata sebesar 4,86 ton/tahun
  • Kopi dengan produksi rata-rata sebesar 120,62 ton/tahun
  • Vanili dengan produksi rata-rata sebesar 104,73 ton/tahun

Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor ini merupakan sektor yang tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain tidak satu pun yang menguntungkan bagi sektor ini dan hal itu sedikitnya telah diperlihatkan Polres Palopo yang memberikan bantuan traktor dan mesin pompa air kepada kelompok tani.

Perjalanan pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional. Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional, hal ini didasari atas peranan penting sektor ini, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, serta perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan.

Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan.

Pembangunan pertanian Indonesia pada masa lalu mempunyai beberapa kelemahan, yakni hanya terfokus pada usaha tani, lemahnya dukungan kebijakan makro, serta pendekatannya yang sentralistik. Akibatnya usaha pertanian di Indonesia sampai saat ini masih banyak didominasi oleh usaha dengan skala kecil, modal yang terbatas, penggunaan teknologi yang masih sederhana, sangat dipengaruhi oleh musim, wilayah pasarnya lokal, akses terhadap kredit, teknologi dan pasar sangat rendah serta pasar komoditi pertanian yang sifatnya mono/oligopsoni yang dikuasai oleh pedagang-pedagang besar sehingga terjadi eksploitasi harga yang merugikan petani.

Kondisi diatas masih diperparah lagi dengan permasalahan-permasalahan yang menghambat pembangunan pertanian di Indonesia seperti pelanggaran terhadap Undang-undang pembaruan agraria (konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian) yang semakin tidak terkendali lagi, kurangnya penyediaan benih bermutu dari pemerintah bagi petani, kelangkaan pupuk yang sering terjadi pada setiap saat musim tanam datang, swasembada beras yang terlalu dipolitisir yang nyatanya tidak mempengaruhi tingkat kesejahteraan petani serta banyaknya kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Petani yang terjadi di lapang.

Permasalahan tersebut menuntut pemerintah untuk dapat lebih serius lagi dalam upaya penyelesaian masalah pertanian di Indonesia demi terwujudnya pembangunan pertanian Indonesia yang lebih maju demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Penulis : Apri

Editor : Umi Fadhilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password