Inilah Perjuangan “PEACEKEEPER” Polres Tulang Bawang Lampung di El-Fasher Darfur Sudan, dalam Misi PBB

Tribratanews.polri.go.id – Polres Tulang Bawang. Peacekeeper menurut saya adalah pasukan penjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB. Saya memang semenjak menjadi taruna tingkat satu di Akademi Kepolisian (AKPOL), Semarang sudah merupakan cita-cita saya saat itu. Tapi untuk menjadi seorang peacekeeper tentunya tidak mudah oleh karena itu perlu persiapan-persiapan sebelumnya baik fisik maupun mental. Saya adalah Iptu Dyvia Ardianto, S.I.K, alumni AKPOL tahun 2012 yang sehari-hari bertugas di Polres Tulang Bawang, Polda Lampung.

Sebelum saya menjalankan misi kemanusiaan ini, sebelumnya saya harus melalui mekanisme tes kelayakan untuk menjadi seorang peacekeeper yang diselenggarakan oleh Mabes Polri khususnya oleh Divhubinter (Divisi Hubungan Internasional) Polri. Dari ribuan peserta seleksi yang berasal dari 33 Polda di Indonesia hanya 140 orang yang dipilih dan dinyatakan lulus, termasuk saya. Beberapa persyaratan yang telah saya penuhi diantaranya seleksi administrasi, seleksi kesehatan fisik maupun jiwa, seleksi psikologi baik tulis maupun wawancara, seleksi bahasa inggris baik tulis maupun wawancara, seleksi menembak, seleksi mengemudi, dan seleksi komputer.

Penjagaan barak
Patroli FPU siang hari di Sudan

Tentunya banyak suka maupun duka yang saya peroleh selama menjadi seorang peacekeeper, bahkan saat ini saya sedang menjalankan misi itu. Sisi suka citanya adalah saya merasa bangga karena bisa mengabdikan diri ke hadapan dunia internasional dengan membawa nama baik bukan saja institusi Polri namun juga nama negara Indonesia dalam misi kemanusiaan dengan bentuk tugas sebagai pasukan perdamaian dunia di El-Fasher, Darfur-Sudan.

Saat ini saya sedang bergabung denga Satuan Tugas Garuda Bhayangkara II FPU 9 Indonesia sebagai Perwira Seksi (Pasi) Administrasi FPU 9 Indonesia. Bentuk suka cita yang lain adalah saya bisa bergabung dengan negara-negara kontributor pasukan perdamaian, di antara sesama Satuan Tugas memiliki “Core Task FPU” (Tugas Pokok FPU) diantaranya :
1. Protect UN personnel and property.
(Melindungi personel PBB dan fasilitas PBB)
2. Contribute to the protection of civilians.
(Berperan / berkontribusi dalam melindungi warga sipil)
3. Support police operations that require a formed response or specialized capacity above the capability of IPOs. Mendukung operasi kepolisian yang membutuhkan respon kesatuan dalam grup atau kemampuan special diatas kemampuan Individual Police Officer.

IMG-20170324-WA0073
Patroli FPU di Sudan

Dari sisi dukacita tentunya saya tidak luput dari duka saya sebagai manusia biasa yaitu ketika harus meninggalkan keluarga, istri dan anak saya yang baru berusia 5 bulan pada saat itu. Namun demikian saya masih beruntung karena di era seperti ini sarana kominikasi sangatlah mudah untuk kami dapat sehingga hampir setiap hari kami (saya dan keluarga) dapat saling berkomunikasi, baik melalui telpon, Whatsapp, maupun Line.

FPU (Formed Police Unit) adalah sebuah satuan tugas yang terdiri dari 140 personel polisi berseragam yang memiliki ketrampilan khusus kepolisian, seperti dalam pengendalian massa, menggunakan persenjataan dengan dibekali teknik dan taktik pertempuran kota, pembebasan sandera, serta mampu mengatasi gangguan keamanan bersenjata dalam tingkat intensitas resiko yang tinggi, dan mampu bergerak dengan cepat di dalam lingkup area penugasan misi perdamaian PBB.

Satuan Tugas Garuda Bhayangkara II FPU 9 Indonesia saat ini dipimpin oleh AKBP Ahmad Arif Sopiyan, S.I.K, alumni AKPOL 1999 dengan wakil komandan Kompol Arthur Sameaputy, S.I.K, alumni AKPOL 2005 ini, dilepas oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam sebuah apel pemberangkatan di halaman Gedung Baharkam, Mabes Polri, Jakarta, pada Januari lalu. Kami ditugaskan dalam misi pemeliharaan perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Afrika dalam misi UNAMID (United Nations African Hybrid Mission in Darfur), Sudan.

Untuk cuaca sebenarnya sama dengan di Indonesia hanya aja dua musim namun demikian di sini cuacanya lebih ekstrim dibandingkan di Indonesia kalau malam dan pagi hari suhu bisa sampai 3 derajat celcius dan kalau siang hari bisa sampai 40-45 derajat celcius, sehingga saya dan rekan-rekan harus bersusah payah untuk beradaptasi. Selain itu untuk penggunaan air di sini harus ekstra hemat karena sangat terbatas. Namun hal itu semua tidak menyurutkan samangat saya dan rekan-rekan di sini untuk tetap bekerja secara profesional dan bertanggung jawab demi misi kemanusian di dunia internasional dan nama baik bangsa dan negara Indonesia.

Saya hanya meminta doa dan dukungan seluruh personel Polri di seluruh penjuru daerah di Indonesia semoga tujuan mulia saya dan rekan-rekan di sini dalam memelihara perdamaian dunia pada umumnya dan perdamaian di Sudan pada khususnya dapat terwujud. Dan seluruh tim yang tergabung dalam Satuan Tugas Garuda Bhayangkara II FPU 9 Indonesia dapat kembali dengan selamat ke Indonesia pada tahun depan. (*)

Penulis : Iptu Dyvia Ardianto, S.I.K ( Pasi Min Pers FPU 9 Indonesia)
Editor : Umi Fadilah
Publish : N.Muslih Lpg

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password