Kapolda Jateng : Kami Tindak Tegas Pelaku Pidana Kisruh Transportasi Konvensional dan Transportasi Online

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jateng, Polda Jawa Tengah masih terus mencari pelaku perusakan kendaraan antara pengemudi Go-Jek dengan sopir taksi di Solo. Kapolda Jateng Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum mengimbau agar ketegangan antara transportasi online dan konvensional bisa diredam karena rawan ditumpangi kepentingan lain.

“Di Solo yang lempar-lempar saya cari. Satu ojek dirusak knalpot, satu mobil dilempar kacanya. Tetap saya cari itu pelanggaran hukum. Takutnya ada yang menunggangi misal sekarang ini ada yang mengalihkan isu. Kegaduhan yang menjadi obyek tunggangan itu anda. Jadi tahan diri,” kata Kapolda Jateng kepada driver taksi serta ojek online dan konvensional, di Balai Kota Semarang, Kamis (23/3/2017).

Hal itu diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum disela sosialisasi Revisi Peraturan Menteri Perhubungan nomor 32 Tahun 2016 (PM 32) oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Balai Kota Semarang.

Kapolda Jateng Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, MM, M.Hum tetap memahami jika masih ada konflik antara pengemudi ojek online dan konvensional. Namun, ia memberi jalan keluar agar melaporkan atau berkonsultasi dengan Kepolisian terdekat jika ada yang tidak nyaman dengan salah satu pihak.

“Tolong kalau ada persoalan lapor polisi, misal ‘saya tidak suka ada dia di situ’. Nanti Polisi pasti undang. Jangan konflik,” kata Kapolda Jateng.

Kapolda Jateng juga mengimbau agar konflik yang transportasi online dan konvensional di Jawa Tengah, jangan sampai terjadi seperti di daerah lain yang diwarnai aksi bentrok fisik. Dia memastikan semua pelanggaran pidana akan diproses hukum

“Saya berharap selaku Kapolda Jateng, fenomena konflik resistensi antar transportasi ini diberbagai daerah jangan menjadi di wilayah kita diikuti. Jawa Tengah, Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota harus tetap kondusif, setuju?” tambah Kapolda Jateng

Di wilayah Jateng setidaknya baru-baru ini ada 2 kejadian yaitu di Solo 15 Maret 2017 lalu yang menyebabkan kerusakan ringan pada taksi akibat lemparan batu dan kerusakan motor. Kemudian di Kota Semarang bersitegang antara driver Go-Jek dan taksi konvensional di depan stasiun Poncol hari Rabu (22/3) kemarin meski tidak sampai adu fisik.

“Jangan emosional. Kita negara hukum, setiap pelanggaran hukum ada sanksi hukumnya. Kalau cekcok karena masalah kemudian panas, kalau mukul itu penganiayaan, merusak itu perusakan ada pasal-pasalnya,” terang Kapolda.

Dengan tegas Kapolda Jateng mengimbau jangan sampai ada pelanggaran tindak pidana seperti pemukulan atau perusakan di wilayahnya. Dia menegaskan tindak pidana itu akan ditindak sesuai pasal yang dilanggar.

Penulis : Agus

Editor : Umi Fadilah

Publisher : Wagiman

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password