Polisi Sahabat Anak, Ratusan Murid TK Kunjungi Polres Luwu

Tribratanews.polri.go.id – Luwu Sulsel, Sekurangnya 100 orang murid Sekolah Taman Kanak-Kanak Negeri pembina Belopa bersama Kepala Sekolah dan para Guru mengunjungi Polres Luwu, dalam kunjungan tersebut diterima oleh Kasat Lantas Polres Luwu. AKP Suhermanto, Rabu (22/3/17).

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pengenalan sejak dini tentang  hidup disiplin, patuh hukum, tertib dan sopan santun dalam berlalu lintas.

Kasat lantas Polres Luwu bersama KBO Sat Lantss Polres Luwu Ipda Syamsul Bahri mengenalkan berbagai rambu lalulintas dan tatacara berlau lintas yang benar,  prosedur untuk memdapatkan SIM serta berbagai tugas Polisi.Lalulintas.

Kunjungan STK Negeri Pembina ini merupakan bagian dari proses belajar yang masuk dalam kurikulum sekolah sekaligus mengenalkan kepada para.murid untuk tidak takut pada Polisi, melainkan patuh terhadap hukum, karena Polisi adalah Sahabat anak.

Lalu lintas adalah cermin budaya bangsa. sehingga harapan kedepan murid TK nantinya menjadi generasi penerus bangsa dapat memberikan contoh sekaligus pelopor keselamatan dalam berlalu lintas.

Menjelaskan kepada anak-anak TK akan arti pentingnya rambu-rambu lalu lintas di jalan raya sejak dini dan sanksi hukumnya dianggap penting. Anak-anak seusia mereka harus sudah ditanamkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian terhadap rambu-rambu lalu lintas beserta sanksi hukumnya ketika peraturan tersebut dilanggar

Tujuannya agar tercipta generasi yang taat hukum yang dimulai dengan hal yang mudah dan sejak dini dikenalkan kepada mereka. Dalam sosialisasi ini mereka diajarkan mengenal rambu-rambu lalu lintas yang biasa ditemui di sepanjang jalan. Dengan tujuan ini diharapkan anak-anak dapat menjadi pengendara yang baik dan taat dengan hukum yang ada di Negara ini dan menjadi contoh bagi masyarakat luas.

Adapun sasaran yang ingin dicapai pada pengenalan rambu-rambu lalu lintas ini adalah supaya anak-anak pada usia dini sudah mengetahui arti dan makna dari rambu lalu lintas serta sanksi hukumnya, sehingga dapat memudahkan mereka ketika menjadi pengguna jalan, khususnya saat berkendara menggunakan kendaraan bermotor dijalan raya.

Pentingnya penyampaian pengetahuan berlalu lintas sejak usia dini disamping guna membentuk karakter para pelajar mulai usai dini untuk tertib berlalu lintas juga berguna memupuk rasa disiplin serta kesadaran yang tinggi terhadap aturan hukum berlalu lintas agar mereka kelak dapat menjadi warga negara yang patuh hukum sehingga dapat mengurangi jumlah angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi saat ini dan pelanggaran pelanggaran lalu lintas yang masih di domimasi oleh para pelajar yang belum cukup umur.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memberikan amanat kepada semua pihak untuk ikut serta mematuhi lalu lintas ketika berkendara di area lintasan jalan publik. Namun hingga kini, pelaksanaan aturan yang sangat ideal tersebut bukan menghadapi masalah.

Justru faktanya antara apa yang seharusnya dilaksanakan (das sollen) dengan apa yang senyatanya sehari-hari (das sein) acapkali tidak berbanding lurus. Terbukti hingga saat ini masih banyak terjadi pelanggaran berlalu lintas di sana-sini. Secara kebetulan atau tidak, pelaku pelanggaran ternyata tidak sedikit dari masyarakat yang berpendidikan. Pertanyaannya, kenapa hal ini terus terjadi? Bagaimana cara mengurangi atau mengatasinya?

Solusi untuk mengurangi pelanggaran atau banyaknya kecelakaan lalu lintas di jalan raya, tentunya selain perlu penindakan tegas bagi masyarakat yang melanggar ketentuan beralalu lintas, yang utama juga adalah memberikan pencegahan sedini mungkin. Salah satunya melalui sosialisasi atau penyuluhan tertib berlalu lintas bagi pelajar mulai tingkat TK, SD, SMP, SMA bahkan hingga mahasiswa Perguruan Tinggi.

Admin Polri56607 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password