Pelestarian Budaya di Solo : Kapolsek Banjarsari Surakarta Nonton Wayang Bareng Dekati Masyarakat

IMG-20170322-WA0094

Tribratanews.polri.go.id.Polresta Surakarta. Kota Solo sebagai Kota budaya membawa konsekuensi yang luas diantaranya adalah banyaknya bangunan cagar budaya. Melestarikan budaya ini maka PDAM Kota Solo menggelar wayang Cong wah Ndut pada hari Selasa tanggal 21 Maret 2017 jam 20.00 s/d 22.00 WIB. Tempat yang di pakai juga sebuah cagar budaya di monumen ponten Ngebrusan Kestalan Banjarsari Surakarta . Wayang yang di pentaskan adalah seni wayang kulit kontemporer (Cong Way nDhut) dengan lakon”Toya Wening” . Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT PDAM ke 41Kota Surakarta. Pentas ini juga berkaitan dengan hari air sedunia. Lewat pementasan seni wayang kulit kontemporer Cong way Ndut guna mensosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian sumber daya air. sehubungan dengan kegiatan tersebut di ikuti oleh sekitar 250 orang maka Polsek Banjarsari melakukan pengamanan.
Dalam kesempatan ini Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana SH, SIK ikut menyaksikan pentas wayang ini sebagai upaya pendekatan kepada masyarakat. Acara ini juga di hadiri oleh Camat Banjarsari, Lurah dan Kepala PDAM Solo.
Umbul Ponten ini adlah sebuah bangunan sumber mata air dan di pakai untuk Cuci,mandi dan kebutuhan air bersih waktu jaman belanda. Dan sekarang menjadi cagar budaya.
Sambutan Lurah Kestalan :
Air ini sebagi kebutuhan pokok manusia.dan penataan kali PP ini untuk di gunakan sebagai air bersih yg di dukung oleh pemerintah Amerika. Bawasanya Ponten ini juga sebagai cagar budaya untuk di kenalkan kepada masyarakat agar menjaga kelestariannya.
Syukur Alhamdulillah karena Bapak Walikota mendukung untuk penataan lingkungan di kelurahan ini. semoga kegiatan ini dapat memberi pencerahan kepada lingkungan masyarakat sekitar sini.
Sementara Direktur PDAM Surakarta Ir Maryanto MT menyataka,
Bahwa air sedunia ini khususnya air limbah yg pertama di Indonesia ini. peninggalan th 1936 kemudia di bangun lagi th 1940.
Acara pentas di awali dengan penyerahan wayang kulit kepada dalang si Doel yg di serahkan wayang Semar sebagai simbul kemakmuran masyarakat dikarenakan Semar sendiri simbul ya gendut. Penanggung jawab Penyelengara:l Ketua Bpk Antonius Agung Nugroho.
Selama kegiatan tersebut dari segi keamanan dan ketertiban umum masyarakat yang mengikuti/hadir situasi dalam keadaan tertib dan kondusif.
Penulis : Endang
Editor   : Umi Fadhila
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password