Polisi Gelar 37 Adegan Pra Rekontruksi Pembunuhan Ayah Kandung di Tanggamus Lampung

Tribratanews.polri.go.id – Polres Tanggamus. Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus dan Kepolisian Sektor Pugung melakukan Pra Rekonstruksi, mengungkap pembunuh Sutrimo (62) warga Way Jaha Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Senin (20/3/17) siang.

Sutrimo ditemukan sudah tidak bernyawa di kebun karet berjarak 500 meter dari kediamannya oleh warga setempat Poniem (40), saat melintasi jalan perkebunan hendak pergi kesawah, Sabtu (18/3/17) pukul 06.00 Wib.

Dijelaskan Kapolsek Pugung Ipda Mirga Nurjuanda, S.Sos mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, S.Ik, dilakukannya Pra Rekonstruksi ini untuk melihat kejadian sebenarnya, dengan kata lain tujuannya untuk meyakinkan bahwa pembunuhannya adalah tersangaka atas nama Jatmiko (26) yang tak lain adalah anak kandung dari korban Sutrimo (62).

Rekonstruksi berjalan lancar dengan 37 adegan di peragakan oleh korban dari awal mula terjadi cekcok mulut hingga menghabisi nyawa korban dilakukan dengan terperinci dan detail.

Dari keterangan Jatmiko, kejadian berawal pada Jumat (17/3/17) sekitar jam 18.00 Wib, ia dan ayahnya terlibat perselisihan dikarenakan saat meminta izin pulang ke rumah mertuanya tidak diperbolehkan, malah disambut kata-kata kasar sehingga membuat sakit hati, lalu dia mengajak ayahnya berjalan kearah perkebunan sekitar 500 meter dari rumahnya. Di tempat tersebut, korban dipukul menggunakan sebatang kayu kopi pada bagian rahang sebelah kanan, tidak sampai disitu, dirinya juga menjerat leher ayahnya dengan seutas tali tambang warna kuning kemudian diikatkan pada sebuah pohon jambu mente.

Setelah diperkirakan meninggal dunia, pelaku mengambil uang 1 juta yang berada di kantong celana ayahnya yang terbungkus plastik warna hitam, kemudian pelaku meninggalkan korban.

Saat dinihari, Sabtu (18/3/17) jam 01.00 Wib, pelaku mendatangi mayat korban (ayahnya) dan memotong tali tambang yang mengikat leher korban menggunakan pisau dapur yang dipersiapkannya dari rumah, lalu mayat ayahnya dipindahkan dengan cara dibopong ke pinggir jalan yang maksudnya agar mudah terlihat orang.

Saat ini, pelaku ditahan di Polsek Pugung. Barang bukti yang diamankan berupa tali tambang warna kuning telah terpotong menjadi beberapa bagian, kayu kopi berbentuk pentungan panjang 60 cm, sebilah pisau dapur, kantong plastik warna hitam tempat menyimpan uang dan pakaian korban.

Rekonstruksi ditonton ratusan warga sekitar yang merasa penasaran melihat langsung, TKP diamankan oleh anggota Polres Tanggamus, Polsek Pugung, Polsek Pulau Panggung, Polsek Talang padang, Polsek Sumberejo, dan Polsek Pagelaran

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun dan pasal 340 KUHP jo pasal 339 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati. (*)

(Penulis : N.Muslih Lpg – Editor : Umi Fadilah)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password