Polres Jakarta Barat : Tidak Mungkin Polisi Melarang Tahanan Sholat

Tribratanews.polri.go.id – Polda Metro Jaya, Kamis, (20/03/2017) Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Adex Yudiswan kembali mengklarifikasi atau meluruskan sebuah yang isu yang tidak benar dan memang sudah diduga hal seperti ini bakal terjadi jelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Dari informasi yang beredar diberbagai media mengenai, ACTA (Advokad Cinta Tanah Air) telah menuduh bahwa kliennya yaitu seorang tahanan bernama Rubby Peggy (berinisial RP), pelaku tindak pidana kekerasan yang dikenakan pasal 170 KUHP di larang beribadah oleh Polisi di ruang tahanan Polres Metro Jakarta Barat. Rubby Peggy dianggap melakukan tindak kekerasan terhadap korban yang benama Iwan usai dirinya berteriak “Hidup Ahok”.

Selaku Wakapolres Metro Jakarta Barat, Adex mengatakan bahwa memang ada ketentuan atau SOP (Standard Operasional Prosedur-red) Polisi dalam menangani tahanan, seperti: tidak boleh menggunakan celana panjang atau sarung di dalam ruang tahanan. Namun jika seorang tahanan yang ingin melaksanakan ibadah Shalat, pihak Polres Metro Jakarta Barat menyediakan fasilitas berupa sarung yang dipinjamkan kepada tahanan.

“Setelah tahanan melaksanakan sholat, anggota kami yang bertugas akan mengambil kembali sarung yang dipakai tahanan tadi agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Adex kepada Reporter Humas Barat Brigadir Ashari, Sabtu (18/3/2017) malam.

Lanjut Adex, SOP khusus berupa larangan para tahanan tidak diperbolehkan memakai celana panjang dan sarung didalam ruangan tahanan adalah sebuah ketentuan yang tertera dalam Perkap (Peraturan Kapolri) no.4 tahun 2015. Dimana celana panjang, sarung dan kain-kain berukuran lebar lainnya dikhawatirkan dapat di gunakan sebagai alat untuk menyembunyikan senjata hingga benda-benda berbahaya lainnya, gantung diri termasuk melarikan diri .

“Yang kita lakukan ini hanya menjalani peraturan yang berlaku, tidak dikurangi dan juga tidak ditambah, dimana celana panjang, sarung dan kain kain lebar lainya dilarang digunakan para tahanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak mungkin pula kami melarang orang beragama untuk tidak melaksanakan ibadahnya,” ujar Adex.

Adex menambahkan, diruang tahanan Polres Metro Jakarta Barat, sama sekali para tahanan tidak dilarang untuk melakukan ibadah kapan pun waktunya, bahkan Pihak Polres Jakarta Barat juga sering mendatangkan tokoh-tokoh religius untuk tahanan dalam kurun waktu seminggu sekali ?guna memberikan siramah rohani dalam lingkup berbagai agama untuk para tahanan.

“Kapan saja boleh melaksanakan ibadah, para tahanan juga diberikan siramah rohani. Kami mendatangkan para tokoh-tokoh agama dari berbagai agama untuk para tahanan, seperti waktu Salat Jumat kita datangkan Ulama atau Khotib dan untuk hari Minggu kita berikan siraman rohani kepada umat Kristiani dengan mendatangkan pendeta,” ujar Adex.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Andi Adnan menjelaskan bahwa jika sampai Polisi memperbolerhkan sarung, celana panjang atau kain panjak digunakan oleh tahanan maka hal itu melanggar SOP. Dan pejabat Polisinya langsung dipecat, karena itu justeru membahayakan tahanan dan juga tahanan lainnya.

“Kalau sampai kedapatan sebuah Polsek, ada tahanan yang bunuh diri dengan sarung atau benda-benda semacamnya, Kapolseknya dicopot. Sarung juga bisa menjadi alat untuk upaya melarikan diri, merusak jeruji, dalam ruang tahanan manapun di dunia ini, tidak ada tahanan yang di perbolehkan menggunakan calana panjang.” ujar Andi.

Lanjut Andi, tahanan wajib memakai pakaian yang disediakan sesuai prosedur oleh Polri seperti memakai baju tahan sesuai dimana tahanan tersebut berada. Andi juga menambahkan, di Pasal 7 KUHP dijelaskan penempatan tahanan berdasarkan usia, jenis kelamin dan jenis pidana.

Andi mengatakan untuk gaya rambut para tahanan tidaklah di tentukan oleh pihak Polisi seperti tahanan harus gundul, atau mempunyai gaya rambut tertetu, Andi mengatakan Polres Metro Jakarta Barat sama sekali tidak mempedulikan gaya rambut tahanan.

Penulis : Sonny
Editor : Umi Fadilah
Publish : Niken

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password