Cerita di Balik Masjid Al Muhtadin Polda Kalsel

Tribratanews.polri.go.id –  Polda Kalsel, Lantunan kumandang azan zuhur bergema di lingkungan Mapolda Kalimantan Selatan, tepatnya berasal dari Masjid Al Muhtadin di Jalan S Parman No 16 Banjarmasin.

Tanpa menunggu lama, puluhan anggota Polda, baik berseragam maupun yang berpakaian preman menuju tempat ibadah ini.

Dengan niat menghadap Allah SWT, jemaah pun ada sebagian mengambil wudu yang terletak di samping kanan dan kiri masjid sebagian yang sudah berwudu langsung memasuki masjid.
Memasuki masjid suasana sejuk dan damai pun terasa. Ini tak lepas dari adanya beberapa air conditional (AC) serta kipas angin di beberapa sudut.
Usai azan, para jemaah langsung salat mengikuti imam. Jumlah jemaah hampir tiap hari memenuhi separo masjid ini. Tak hanya dari anggota Polda Kalsel, banyak juga dari jemaah luar anggota atau masyarakat setempat.

Apalagi jika Salat Jumat, masjid yang berkapasitas hampir 500 jemaah ini selalu penuh dengan para jemaah yang ingin menunaikan salat.

Siapa sangka, masjid yang cukup megah bernama Al Muhtadin ini sebelumnya adalah sebuah musala yang biasa untuk anggota menunaikan salat.
Ketua Masjid Al Muhtadin, Kompol H Sunaryo mengungkapkan, awalnya masjid ini adalah sebuah musala dengan nama Al Mustain yang artinya tempat orang-orang memohon.

Kemudian, saat Kapolda dijabat Kolonel H Sanimbar pada 7 Agustus 1998, dari musala ini berubah menjadi Masjid Al Muhtadin yang artinya tempat orang-orang yang dapat petunjuk.

“Argumentasinya Al Muhtadin karena masjid Raya Sabilal Muhtadin itu berkedudukan di Provinsi Kalsel maka diambil lah nama Al Muhtadin sebagai masjid Kepolisian Daerah Polda Kalsel yang merupakan masjid kebanggan Kepolisian,” ucap Kompol Sunaryo yang juga bertugas sebagai Kasi Korwasbin Polsus Subdit Satpam Polsus Dit Binmas Polda Kalsel ini yang telah dua prriode menjabat sebagai Ketua Masjid Al Muhtadin ini.

Sunaryo yang telah dua kali menjabat sebagai Ketua Masjid yakni 2013-2016 serta 2017-2020 ini mengatakan meski berada di Polda Kalsel di Jalan S Parnan No16 , masjid ini terbuka dan digunakan ibadah untuk masyarakat umum juga.

Sejak berubah menjadi masjid, Al Muhtadin sendiri mengalami beberapa kali rehab hingga saat ini. Dimana rehab besar pada 2014 lalu.

Ini mengingat jumlah jemaah semakin banyak, Dimana masjid ini dilebarkan dimana bagian belakang yang dulu taman dijadikan tempat salat juga. Kemudian di ruang induk masjid juga ditambahkan lebarnya dua meter ke kiri dan dua meter ke kanan.

Untuk ruang induk memanng ada arsitek terlibat namun dibagian luar dirinya sendiri yang membuat gambarnya. Termasuk adanya tempat wudhu di kanan dan kiri masjid.

Bagi jamaah yang haus dan ingin minum air putih, pihak panitia masjid pun menyiapkan air mineral gelas gratis yang ada di kulkas yang berada di belakang dan samping masjid.

penulis : Anang
editor : Umi Fadilah

Publish :Tim

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password