Kasubbag Humas Polres Keerom, Papua Mediasi penyelesaian masalah hak ulayat Waris-Senggi

tribratanews.polri.go.id Keerom-Bertempat di aula Polsek Senggi Kasubbag Humas Polres Keerom Iptu Jaka Mulyana didampingi Kapolsek Senggi Ipda Hendrik R. Sipahutar, S. Sos. KBO reskrim Ipda Habibi, KBO Sabara Ipda Devrisal SH, Kaurmintu sat Intel  Ipda Katman melakukan mediasi pasca terjadinya kasus penganiayaan dan pembakaran rumah yang merupakan buntut dari sengketa hak ulayat tanah adat antara suku psebo(Waris) dengan suku nag (Senggi), Kamis 9!3!17.

Menurut Kasubbag Humas kasus sengketa hak ulayat batas tanah adat antara suku Psebo (Waris)  dan Suku Nag (Senggi) sebenarnya sudah lama terjadi sejak dibukanya areal penambangan tradisional di Senggi sekitar tahun 1998!1999 namun dari mediasi yang dilakukan oleh Polsek bahkan Polres Keerom selalu menemui titik buntu dikarenakan kedua belah pihak saling mengklaim batas tanah hak ulayat di titik yang berbeda oleh sebab itu daerah titik nol!areal pendulangan menjadi daerah sengketa hingga kini.

kgk987

Kita dari pihak Kepolisian bukan tidak mampu untuk menengahi sekaligus menyelesaikan permasalahan ini tapi banyak faktor yang mesti kita perhitungkan karna kasus ini sangat riskan untuk terjadinya bentrok antar keduanya disamping itu ada provokator diantara masing masing pihak untuk bagaimana menguasai daerah sengketa tersebut imbuh Kasubbag Humas.

Adapun kasus pembakaran rumah salah satu warga Waris dan penganiayaan yang terjadi hari Rabu tanggal 8 Maret 2017 adalah aksi balasan dari masyarakat Senggi karna pada Rabu Pagi saat diadakan mediasi oleh Kapolsek Senggi Ipda Hendrik R Sipahutar, S. Sos beserta anggotanya masyarakat waris melakukan penganiyaan terhadap anggota dan salah satu warga senggi hingga terjadinya insiden pembakaran rumah rabu malam lanjutnya.

Dari kejadian tersebut Kapolsek Senggi melporkan ke Kapolres Keerom AKBP Simon Sahureka dan atas perintah Kapolres, Kasubbag Humas Iptu Jaka Mulyana yang merupakan mantan Kapolsek Senggi didampingi oleh anggota Serse dan Intel Polres Keerom untuk membantu melakukan mediasi kasus tersebut. Dan dari mediasi yang telah dilakukan hari Kamis tanggal 9 Maret 2017 kemarin diperoleh keputusan untuk batas wilayah yang menjadi sengketa menunggu rapat dewan adat Kab. Keerom serta Dewan adat Distrik Waris dan Senggi sedangkan untuk pelaku penganiayaan serta pembakaran sudah kita amankan di Polres Keerom pungkasnya.

penulis : Farlan

editor : Farlan

Publish : Frengky

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password